SUMATERA SELATAN — Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menyediakan lebih dari 120.000 pilihan properti dari 130 pengembang, baik BUMN maupun swasta. Langkah BTN ini menjadi bagian dari dukungan Danantara Indonesia bersama ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Cicilan Murah untuk Pembeli Rumah Pertama
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, kesepakatan bunga promo ini berlaku serentak di bank-bank Himbara. Ia mencontohkan, dengan tenor 30 tahun, besaran angsuran bisa ditekan signifikan sehingga masyarakat dari kelompok berpenghasilan menengah ke bawah pun punya peluang memiliki rumah.
"Salah satu yang kita sepakati bersama Danantara dan seluruh Himbara adalah memberikan bunga yang kira-kira mirip bunga promo, mulai 2,75 persen dengan jangka waktu 30 tahun. Jadi, angsurannya bisa sangat murah supaya daya beli masyarakat juga lebih terjangkau," ujar Nixon dalam keterangan resminya.
Tenor 40 Tahun untuk KPR FLPP Masih Menunggu Regulasi
Di sisi lain, BTN tengah mengkaji perpanjangan tenor KPR subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun. Kebijakan ini sebenarnya telah disepakati oleh Komite Tapera, namun implementasinya masih menunggu kesiapan teknis di lapangan.
Jika skema tenor 40 tahun terealisasi, Nixon memperkirakan cicilan bulanan bisa turun ke kisaran Rp700.000 hingga Rp800.000. Angka ini dinilai mampu menjangkau masyarakat yang sebelumnya masuk kelompok desil 4–5 atau mereka yang belum memiliki penghasilan tetap memadai.
"Kalau ini terjadi, angsurannya bisa antara Rp700.000–Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4–5, sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya," kata Nixon.
Bunga Ringan di Awal, Angsuran Naik Bertahap
BTN juga menyiapkan skema fleksibel bagi generasi muda yang baru memulai karier. Bank pelat merah ini memberi keringanan bunga di tahun-tahun awal kredit, kemudian menyesuaikan angsuran seiring kenaikan pendapatan nasabah.
"Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang yang tadinya tidak bankable bisa menjangkau dengan cara memanjangkan tenor kredit. Kemudian bunga dibuat lebih ringan di depan. Nanti penghasilannya naik dan bisa catch up dengan angsuran normalnya. Tapi itu membutuhkan waktu tiga, empat, sampai lima tahun," jelas Nixon.
Hunian TOD Dekat Stasiun Jadi Andalan Baru
Selain skema pembiayaan, BTN mendorong pembangunan hunian yang terhubung langsung dengan transportasi publik. Salah satu proyek unggulannya adalah Hunian Manggarai yang dikembangkan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Proyek dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) ini mengintegrasikan tempat tinggal dengan akses kereta commuter. Masyarakat perkotaan bisa menghemat biaya transportasi harian sekaligus tinggal dekat dengan pusat kegiatan ekonomi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menambahkan, ajang seperti DHE penting untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di ekosistem perumahan. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga menggerakkan transaksi properti dan memberi efek berantai bagi perekonomian nasional.
"Danantara Housing Expo bukan hanya sebagai tempat untuk menawarkan rumah, tetapi juga sebagai platform yang menyatukan pembeli rumah, pengembang, bank, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan," kata Maruarar.