Pencarian

TNI AU Sebar 1,6 Ton Garam di Langit IKN Hari Ketiga OMC, Target Bendungan Sepaku Semoi

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:19:31 WIB
TNI AU Sebar 1,6 Ton Garam di Langit IKN Hari Ketiga OMC, Target Bendungan Sepaku Semoi
TNI AU menyebarkan 1,6 ton garam melalui dua sortie penerbangan pada hari ketiga operasi modifikasi cuaca di wilayah IKN.

SUMATERA SELATAN — Penyemaian awan pada hari ketiga OMC tidak lagi terpusat pada satu titik. Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru menyasar banyak awan yang dinilai berpotensi menjadi hujan di sekitar Bendungan Sepaku Semoi.

"Menurut BMKG, penyemaian tidak di satu awan, tetapi banyak awan sehingga awan tersebut bertumbuh menjadi awan hujan," kata Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Dua Sortie dan Ketinggian Penyemaian yang Berbeda

Sortie pertama lepas landas pukul 07.15 Wita dengan membawa 800 kilogram NaCl. Pesawat melakukan penyemaian pada ketinggian 700 hingga 10.000 kaki, diarahkan ke pertumbuhan awan di sektor tenggara, barat laut, hingga barat daya Bendungan Sepaku Semoi.

Sortie kedua membawa muatan yang sama, yakni 800 kilogram garam, namun dilakukan pada ketinggian lebih tinggi, sekitar 11.000 kaki. Sasaran bergeser ke wilayah barat daya dan barat bendungan, menyesuaikan dinamika pergerakan awan yang dipantau tim meteorologi.

Proses Pematangan Awan Butuh Waktu Berjam-jam

I Gusti Ngurah Sorga Laksana menjelaskan, awan yang telah disemai tidak langsung berubah menjadi hujan. Proses pematangan membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam setelah NaCl ditebarkan.

Kriteria awan yang menjadi sasaran telah ditentukan sebelumnya oleh BMKG. Pilot hanya tinggal terbang menuju titik koordinat yang sudah dipetakan saat briefing sebelum penerbangan.

"Untuk kriteria awan yang akan disemai sudah ditentukan oleh Tim BMKG. Jadi, pilot akan terbang menuju awan yang sudah ditentukan pada saat briefing," ujarnya.

Pemantauan Atmosfer Berlanjut untuk Sortie Berikutnya

Pelaksanaan OMC ini mengandalkan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan. Penyemaian dilakukan selektif, hanya pada awan yang memenuhi parameter yang telah ditetapkan oleh tim meteorologi.

Setiap sortie menghabiskan 800 kilogram NaCl. Pihak Lanud Dhomber Balikpapan menyatakan akan terus mengamati potensi pertumbuhan awan untuk menentukan apakah penyemaian lanjutan masih diperlukan.

"Setiap sortie menggunakan 800 kilogram NaCl dan kami akan terus mengamati potensi awan agar penyemaian dapat terus dilaksanakan," kata I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gerbangkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks