Tim gabungan penanggulangan bencana berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lima desa dan kelurahan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Minggu (23/8) pagi. Area yang terbakar merupakan lahan mineral semak belukar seluas lebih dari delapan hektare yang tersebar di tiga kecamatan.
BATURAJA — Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU bersama tim gabungan memastikan seluruh titik api di lima lokasi karhutla telah padam total, Minggu pagi. Proses pendinginan masih dilakukan untuk mencegah munculnya kembali bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.
Kepala BPBD OKU Januar Efendi mengatakan, titik panas pertama kali terpantau melalui aplikasi SiPongi pada Sabtu (22/8) pukul 20.00 WIB. Sistem pemantauan tersebut mendeteksi sebaran titik api di wilayah Kecamatan Semidang Aji, Lubuk Batang, Baturaja Barat, dan Baturaja Timur.
Lima Wilayah Terdampak dan Kondisi Lahan
Berdasarkan data BPBD OKU, karhutla melanda Desa Keban Agung di Kecamatan Semidang Aji dan Desa Lubuk Batang Lama di Kecamatan Lubuk Batang. Dua wilayah lainnya berada di Kecamatan Baturaja Barat, yakni Desa Batukuning, serta Kecamatan Baturaja Timur yang mencakup Desa Terusan dan Desa Tanjung Baru.
Seluruh area yang terbakar merupakan lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan petugas di lapangan.
Pengerahan 5 Truk Tangki Air dan 7 Instansi
Untuk menjinakkan api, BPBD OKU menerjunkan tim gabungan yang disebar ke seluruh titik panas. Operasi pemadaman melibatkan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM Tirta Raja, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat.
"Penyebab kebakaran lahan hingga kini belum diketahui," kata Januar Efendi saat dihubungi dari Palembang, Senin.
Sebanyak lima truk tangki air dikerahkan ke lokasi untuk memastikan pasokan air cukup selama proses pemadaman. Peralatan pendukung lainnya juga disiapkan agar api tidak menyebar luas dan menimbulkan bencana kabut asap yang mengganggu aktivitas warga.
Pendinginan Masih Berlangsung untuk Cegah Api Muncul Kembali
Setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan, tim gabungan tidak langsung menarik personel dari lokasi. Proses pendinginan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemunculan titik api baru yang kerap terjadi di lahan gambut maupun semak belukar kering.
"Hingga pagi ini seluruh titik api sudah padam total. Tim gabungan masih di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu karhutla," tegasnya.
BPBD OKU mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau. Warga yang menemukan titik api diminta segera melapor ke aparat desa atau kantor BPBD setempat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum api meluas.