PALEMBANG — Pemerintah pusat mengucurkan sokongan logistik besar-besaran untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Gubernur Herman Deru memaparkan kondisi terkini karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Palembang, Senin (24/8/2025).
Herman Deru melaporkan, luas areal terdampak mencapai 1.900 hektare. Namun, angka itu merupakan akumulasi sejak awal musim kemarau. Kondisi di lapangan saat ini telah jauh membaik berkat kerja keras TNI, Polri, BPBD, perusahaan, hingga masyarakat.
Presiden Setujui 500 Sumur Bor dan Helikopter Water Bombing
Menanggapi kebutuhan yang diajukan, Presiden Prabowo langsung menyetujui tambahan sarana signifikan. Dukungan tersebut mencakup 500 sumur bor, 500 unit pompa air dengan selang mencapai satu kilometer, serta 100 unit sepeda motor trail yang dimodifikasi untuk membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Pemerintah pusat juga memastikan pengiriman dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman dari udara. Saat ini, Sumsel baru mengoperasikan lima unit water bombing dan dua unit patroli, padahal kebutuhan ideal saat cuaca panas mencapai sembilan unit.
“Saat ini sudah ada lima unit water bombing yang bergerak dan dua unit untuk patroli. Biasanya saat cuaca panas, Sumsel membutuhkan sekitar sembilan unit,” ungkap Herman Deru.
Hotspot Menurun, Tantangan Lahan Gambut 1,27 Juta Hektare
Herman Deru melaporkan jumlah titik panas atau hotspot kini tinggal ratusan dan terus menurun. Ia menegaskan, tidak semua hotspot merupakan fire spot atau titik api yang terkonfirmasi.
Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan geografis yang berat. Wilayah ini memiliki kawasan lahan gambut seluas sekitar 1,27 juta hektare, dengan konsentrasi terbesar di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, masing-masing sekitar 600 ribu hektare.
“1.900 hektare itu total, Bapak Presiden. Jadi, sudah jauh menurun hari ini. Sisa asap yang ada di Palembang ini karena secara geografis Palembang merupakan wilayah cekungan, sehingga asap memang sulit bergerak,” jelas Herman Deru.
Perusahaan Konsesi Diminta Bertanggung Jawab di Ring Satu
Pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga menegaskan pengawasan terhadap korporasi. Herman Deru menginstruksikan seluruh perusahaan pemegang konsesi untuk bertanggung jawab terhadap ring satu dari kebun dan wilayah konsesinya masing-masing.
“Bagi yang melanggar akan kami tindak tegas, termasuk pencabutan izin,” tegasnya.
Upaya pengendalian juga dilakukan melalui pembangunan dan pemeliharaan kanal air gambut. Kanal ini berfungsi ganda: menjaga kelembapan gambut sekaligus menjadi sumber air untuk operasi water bombing. Sedimentasi menjadi kendala utama, sehingga perawatan rutin sangat diperlukan.
Dukungan Ekskavator dan Apresiasi untuk Babinsa
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan bantuan 20 unit ekskavator. Setelah musim karhutla berakhir, alat berat itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk kegiatan produktif.
Selain itu, Presiden mengapresiasi inovasi Babinsa yang memodifikasi singkong menjadi alat pemadam api berbentuk jelly. Rapat terbatas ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran Forkopimda Sumatera Selatan.