Pencarian

Kualitas Udara di OKI Memburuk Akibat Kabut Asap, Pemkab Siapkan 80.000 Masker dan 5.000 Vitamin untuk Warga

Selasa, 25 Agustus 2026 • 12:46:01 WIB
Kualitas Udara di OKI Memburuk Akibat Kabut Asap, Pemkab Siapkan 80.000 Masker dan 5.000 Vitamin untuk Warga
Pj Bupati OKI memastikan stok 80.000 masker dan 5.000 vitamin untuk warga terdampak kabut asap masih aman dan mulai didistribusikan secara bertahap.

OKI — Dinas Kesehatan Kabupaten OKI memastikan stok masker dan vitamin untuk menghadapi kabut asap masih aman. Plt Kepala Dinas Kesehatan OKI, H Alamsyah, menyebutkan pembagian bantuan telah dimulai secara bertahap sejak Senin (24/8) dan diprioritaskan pada titik-titik keramaian serta area dengan aktivitas masyarakat yang padat.

"Kemarin mulai kita sebar. Ketersediaan stok saat ini ada 80.000 pcs masker serta 5.000 vitamin," kata Alamsyah, Selasa (25/8).

Menurut Alamsyah, pendistribusian logistik kesehatan ini akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah berupaya memastikan warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan memiliki perlindungan dasar dari paparan asap.

Warga Diminta Waspadai Gejala ISPA dan Iritasi Mata

Selain membagikan bantuan, Dinas Kesehatan OKI gencar melakukan sosialisasi pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker saat berada di luar rumah dan membatasi waktu terpapar asap.

Masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menjaga kebersihan tangan. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah kualitas udara yang tidak sehat.

"Keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, iritasi mata, hingga sesak napas perlu diwaspadai. Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," imbuhnya.

Kegiatan Olahraga di Sekolah Ditiadakan Sementara

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian serius di sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Muhammad Refly, memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan. Namun, aktivitas siswa di luar ruangan harus menyesuaikan dengan kondisi udara.

Sekolah diminta untuk mengurangi atau menghentikan sementara kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Kebijakan ini diambil demi menjaga kesehatan para pelajar.

"Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namun, aktivitas di luar ruangan, seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler, perlu dikurangi atau ditiadakan sementara jika kondisi udara tidak sehat," ujar Refly.

Pihak sekolah juga diminta lebih aktif memantau kondisi kesehatan siswa selama proses belajar berlangsung. Jika ditemukan siswa yang mengeluhkan tenggorokan teriritasi, mata perih, batuk, atau sesak napas, sekolah harus memberikan penanganan awal dan segera berkoordinasi dengan orang tua.

Pemkab OKI akan terus memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan kebijakan selanjutnya. Koordinasi antarlembaga diperkuat agar respons pemerintah dapat disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan.

"Prinsipnya, pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya. Namun, pada saat yang sama, kesehatan dan keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama," tandasnya.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mattanews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks