Pencarian

SAR Palembang Wanti-Wanti Nakhoda di Sungai Musi soal Kabut Asap, Jarak Pandang Turun Drastis ke 800 Meter

Senin, 24 Agustus 2026 • 21:43:32 WIB
SAR Palembang Wanti-Wanti Nakhoda di Sungai Musi soal Kabut Asap, Jarak Pandang Turun Drastis ke 800 Meter
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Sungai Musi hingga 800 meter, Kantor SAR Palembang mengimbau nakhoda menunda pelayaran jika kondisi tidak aman.

Kantor SAR Palembang menginstruksikan para nakhoda dan pengguna transportasi air di Sungai Musi, Sumatera Selatan, untuk ekstra waspada terhadap kabut asap yang kini menurunkan jarak pandang hingga 800 meter. Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi udara yang memburuk dan berpotensi memicu kecelakaan pelayaran, terutama saat visibilitas terbatas.

PALEMBANG — Kantor SAR Palembang meminta para operator kapal di Sungai Musi tidak memaksakan diri berlayar ketika kabut asap membuat jarak pandang tidak aman. Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama di tengah kondisi udara yang kian pekat.

"Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan pelayaran ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Utamakan keselamatan diri, penumpang, dan seluruh awak kapal," ujar Raymond di Palembang, Senin.

Empat Langkah Preventif yang Wajib Dipatuhi Nakhoda

Raymond menjelaskan kabut asap secara signifikan mengurangi visibilitas, sehingga risiko tabrakan antar kapal meningkat, khususnya pada pelayaran malam hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kantor SAR Palembang mengeluarkan instruksi teknis yang wajib dipatuhi seluruh pelaku pelayaran di aliran Sungai Musi.

  • Mengurangi kecepatan: Pengemudi kapal diminta membatasi laju kendaraan air saat melintasi jalur rawan pandang terbatas.
  • Memaksimalkan navigasi: Lampu navigasi wajib dinyalakan secara aktif untuk menandai keberadaan kapal bagi pengguna jalan air lainnya.
  • Mengecek alat keselamatan: Memastikan seluruh peralatan keselamatan diri dan kapal dalam kondisi siap pakai sebelum berangkat.
  • Menjaga komunikasi: Membuka jalur komunikasi intensif dengan pihak otoritas pelayaran setempat selama berlayar.

BMKG Catat Visibilitas di Palembang Capai Titik Kritis

Kondisi ini diperparah dengan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sinta Andayani, menyebut kabut asap pekat telah menurunkan jarak pandang atau visibility secara drastis.

Berdasarkan laporan cuaca di bandara Sultan Mahmud Badaruddin, BMKG mencatat kondisi asap dengan jarak pandang hanya 800 meter. Angka ini jauh di bawah batas aman untuk aktivitas pelayaran dan penerbangan.

"Himbauan bagi transportasi air untuk berhati-hati dalam berlayar, menjaga jalur lintasan yang aman," kata Sinta.

Nakhoda Diminta Segera Mencari Tempat Berlabuh

Raymond menambahkan, jika di lapangan jarak pandang sudah dinilai tidak aman, nakhoda disarankan segera mencari lokasi berlabuh yang aman atau menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca membaik. Keputusan untuk melanjutkan perjalanan sepenuhnya berada di tangan kapten kapal berdasarkan penilaian situasi aktual.

Kantor SAR Palembang juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan pertolongan di sepanjang perairan Sungai Musi. Langkah ini diambil untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kecelakaan yang mungkin terjadi akibat terbatasnya jarak pandang.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks