Pencarian

Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Tol Kayu Agung-Palembang dan Palindra, Jarak Pandang Pengendara Menyempit

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:17:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Mulai Selimuti Tol Kayu Agung-Palembang dan Palindra, Jarak Pandang Pengendara Menyempit
Kabut asap karhutla menyelimuti ruas Tol Kayu Agung-Palembang dan Palindra, mengurangi jarak pandang pengendara.

PALEMBANG — Para pengendara yang melintasi ruas Tol Palembang-Indralaya (Palindra) dan Tol Kayu Agung-Palembang kini harus ekstra waspada. Kabut asap pekat akibat karhutla terpantau menyelimuti sepanjang akses jalan, memaksa pengemudi mengurangi kecepatan karena pandangan yang terbatas.

Apriani, seorang pengendara yang melintas di Tol Palindra, mengaku kondisi asap sudah cukup mengkhawatirkan. Meski kendaraan di depannya masih terlihat, ia menilai ketebalan asap membuat konsentrasi berkendara harus ditingkatkan.

"Jarak pandang berkurang karena asapnya cukup tebal, meski kendaraan yang berada di depan masih dapat terlihat. Kita jadi harus lebih hati-hati dan mengurangi kecepatan. Pandangan tidak sebebas biasanya karena ada asap," ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Bau Asap Mulai Terasa di Permukiman Warga Palembang

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan di jalan tol. Warga di permukiman, seperti Putri yang tinggal di Kramasan, Kertapati, Palembang, mengaku bau asap sudah tercium sejak pagi hari. Intensitasnya semakin pekat menjelang sore.

"Sejak pagi sudah terasa bau asap. Kalau sore semakin terasa pekat," kata Putri.

Kondisi udara yang dipenuhi asap ini cukup terasa, terutama ketika angin membawa partikel asap ke area permukiman warga.

Kualitas Udara Palembang Memburuk Drastis Siang Ini

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyebut kualitas udara di sekitar Kota Palembang semakin buruk pada Sabtu siang hingga sore. Pemantauan dari Stasiun PM2.5 di Musi 2 Palembang menunjukkan angka yang masuk kategori tidak sehat.

"Kualitas udara sempat membaik dengan level sedang pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB. Namun setelahnya kembali memburuk pada pukul 12.00 WIB-15.00 WIB," ujar Wandayantolis.

Tren angka kualitas udara mengalami peningkatan signifikan dalam rentang waktu tersebut. Pada pukul 12.00 WIB, level kuning terdeteksi sebesar 64,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini naik drastis menjadi 106,4 µg/m³ pada pukul 13.00 WIB, lalu 123,1 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB, dan kembali meningkat menjadi 137,5 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB.

Masyarakat Diimbau Gunakan Masker

Menyikapi kondisi ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Para pengendara juga diminta waspada dan berhati-hati karena jarak pandang berpotensi berkurang sewaktu-waktu.

Wandayantolis menambahkan, pola penurunan kualitas udara kali ini berbeda dari hari-hari sebelumnya. "Angkanya mengalami kenaikan drastis pada siang ini. Pada hari-hari sebelumnya, kualitas udara memburuk terjadi pada sore menuju malam atau malam hingga pagi hari. Hari ini, siang menuju sore semakin menurun kualitas udaranya," katanya.

Berkaca dari tren kenaikan tersebut, bukan tidak mungkin level kualitas udara bisa mencapai kategori sangat tidak sehat seperti yang sempat terjadi pada Sabtu dini hari tadi.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks