PRABUMULIH — Rapat Kerja Cabang (Rakercab) HIPMI Prabumulih 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga ruang konsolidasi untuk menghadirkan program yang berdampak langsung pada warga. Mengusung tema “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha”, forum ini digelar di Hall Siang Malam Prabumulih dan dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan kejaksaan, kepolisian, hingga lembaga perbankan.
Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Selatan, Muhammad Puri Andamas, memberikan arahan tegas kepada pengurus baru agar tidak berhenti pada seremoni. Ia mendorong lahirnya program yang realistis dan tidak membebani anggaran organisasi, tetapi punya jangkauan manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya berharap acara hari ini bukan cuma seremonial, tetapi bisa menjalankan visi dan misinya,” kata Muhammad Puri di hadapan peserta Rakercab.
Program Unggulan: Forum Bisnis untuk Wujudkan Legalitas UMKM
Salah satu program yang menjadi sorotan dalam Rakercab kali ini adalah Forum Bisnis Cabang. Ketua BPC HIPMI Kota Prabumulih, Rizky Alvieto, menjelaskan forum ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM di kota tersebut, yakni keterbatasan akses legalitas usaha.
“Di situ ada seminar, ada UMKM-UMKM yang akan seluruhnya ada di Prabumulih. Dan di situ juga bisa yang tadinya UMKM belum ada NIB, mereka sudah bisa ada NIB,” ungkap Rizky.
Melalui forum ini, HIPMI Prabumulih berupaya menjadi jembatan antara pelaku usaha kecil dengan instansi terkait. Pendampingan pengurusan NIB dinilai krusial agar produk lokal Prabumulih bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Mentalitas Pengusaha Jadi Kunci Hadapi Tekanan Ekonomi
Di tengah dinamika ekonomi yang penuh ketidakpastian, HIPMI menilai pengusaha muda tidak cukup hanya bermodal jaringan. Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel menekankan bahwa ketahanan mental menjadi prasyarat utama untuk bertahan dan berkembang.
“Bagi pengusaha, mentalitas sangat dibutuhkan dalam kondisi saat ini,” tegas Muhammad Puri.
Ia menambahkan, tantangan dunia usaha menuntut pengusaha memiliki kemampuan bisnis sekaligus keberanian mengambil keputusan. Pesan ini relevan dengan tema Rakercab yang mengedepankan semangat perjuangan dalam berwirausaha.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pertumbuhan Ekonomi Prabumulih
Rakercab ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara HIPMI dan pemerintah daerah. Kehadiran Staf Ahli Pemerintah Kota Prabumulih Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menandakan adanya keselarasan visi antara organisasi pengusaha dan kebijakan pembangunan daerah.
Setelah rangkaian seremonial, pengurus BPC HIPMI Prabumulih langsung melanjutkan agenda rapat kerja internal. Pembahasan difokuskan pada penyatuan visi, misi, dan program kerja untuk periode 2026–2029.
“Setelah seremonial ini, setelah isoma kita langsung rapat kerja untuk menyatukan visi, misi dan program-program kerja untuk di periode ini,” kata Rizky Alvieto.
Ia menegaskan, HIPMI sebagai wadah pengusaha muda harus mampu membangun optimisme di tengah anggota. Keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh rencana di atas kertas, melainkan oleh konsistensi dalam bergerak dan menjalankan usaha.
“Karena kita kan judulnya HIPMI ini Himpunan Pengusaha Muda, jadi harus optimis apa pun itu. Yang penting kerja, gerak-gerak terus,” pungkasnya.