SUMATERA SELATAN — Fenomena ini terungkap di tengah upaya pemerintah menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Program Sembako) kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Modusnya beragam, mulai dari KTP dipakai untuk membuat akun judol, mengajukan kredit motor, membeli aset, hingga berlangganan listrik.
Kasus pasangan lansia di Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi gambaran nyata. Mereka tercatat sebagai penerima BPNT sekitar Rp200.000 per bulan, namun bantuan terhenti setelah sistem mendeteksi NIK terindikasi judi online.
Padahal, keduanya tidak memiliki gawai dan buta huruf. Ada indikasi KTP mereka pernah dipinjam oleh tetangga tanpa sepengetahuan yang jelas.
BPNT adalah bansos pangan yang disalurkan non-tunai. Dana hanya bisa digunakan untuk membeli beras, telur, daging, ikan, sayur, dan bahan pangan lain di e-warong.
Program ini menjadi jaring pengaman bagi KPM di desil 1–4, termasuk rumah tangga petani dan buruh tani di perdesaan. Saat musim paceklik, gagal panen, atau harga gabah anjlok, bansos pangan kerap menjadi penopang utama.
Ketika bantuan terhenti akibat KTP dicatut, akses pangan keluarga langsung terganggu. Petani kecil yang kehilangan bantuan sementara terpaksa mengurangi konsumsi atau berutang, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan mereka mengelola lahan dan produktivitas usahatani.
Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan pemerintah tidak akan serta-merta mencoret penerima bansos. Kemensos tengah mendalami data bersama PPATK, Komdigi, dan kepolisian.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk membedakan warga yang benar-benar terlibat judol dengan korban pencatutan identitas, termasuk oleh anggota keluarga sendiri. Warga miskin yang memenuhi kriteria tetap berhak menerima bansos setelah melalui klarifikasi.
Pemutakhiran data melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) juga terus digalakkan agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Masyarakat diimbau menjaga data pribadi dan tidak meminjamkan KTP sembarangan. Waspadai tawaran mencurigakan terkait bansos atau pinjaman yang meminta data kependudukan.
Untuk memastikan status penerimaan, cek bansos hanya melalui saluran resmi Kemensos di laman cekbansos.kemensos.go.id. Informasi lengkap mengenai jadwal dan mekanisme pencairan dapat diakses melalui kanal tersebut.