Pencarian

Adat Pernikahan Palembang: Prosesi, Makna, dan Dampaknya bagi Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 • 14:27:01 WIB
Adat Pernikahan Palembang: Prosesi, Makna, dan Dampaknya bagi Masyarakat
Pasangan pengantin melaksanakan prosesi akad nikah dalam adat pernikahan Palembang yang dihadiri keluarga kedua belah pihak.

Memahami rangkaian tersebut membuat adat pernikahan Palembang terasa bukan hanya sebagai upacara, tetapi sebagai cerita keluarga yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dampaknya bagi warga adalah terciptanya hubungan sosial yang kuat dan pelestarian budaya yang terus hidup.

Apa Saja Tahapan Adat Pernikahan Palembang?

Perkawinan tradisional Palembang memiliki rangkaian panjang yang tidak seluruhnya harus dilaksanakan secara utuh pada masa kini. Kajian mengenai upacara perkawinan Palembang mencatat sejumlah tahapan: madik, menyenggung, meminang, berasan, memutus kato, mengantar uang belanja, bedandan, akad nikah, mengarak pacar, munggah, hingga beberapa prosesi setelah pernikahan.

Perubahan zaman membuat banyak keluarga melakukan penyederhanaan; ada yang digabung, ada yang hanya simbolis, dan ada yang tidak digunakan. Namun struktur besarnya tetap memperlihatkan gagasan bahwa perkawinan adalah hubungan dua keluarga, bukan hanya penyatuan dua individu.

Bagaimana Prosesi Sebelum Akad Berlangsung?

Tahap sebelum akad berfungsi memastikan hubungan mendapatkan persetujuan dan restu keluarga. Dimulai dengan madik, yaitu keluarga mencari informasi mengenai calon pasangan dan keluarganya, termasuk latar belakang, hubungan sosial, dan kecocokan. Pada masa sekarang, madik bisa berbentuk pertemuan informal, namun esensinya tetap pengenalan.

Lalu menyenggung, penyampaian maksud secara lebih serius dengan tata krama. Meminang adalah lamaran resmi yang melibatkan anggota keluarga dituakan dengan bahasa sopan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks