SUMATERA SELATAN — Momen pelepasan di Istana Negara itu tidak sekadar seremoni. Prabowo sengaja menghadirkan narasi perjuangan sebagai pengingat bahwa medali lahir dari ketangguhan mental, bukan hanya kemampuan teknis di lapangan.
Prabowo menuturkan, atlet yang juga anggota TNI Angkatan Darat itu mengalami patah tulang rusuk hanya beberapa hari sebelum lomba dimulai. Cedera tersebut didapat saat menjalani sesi latihan, dan posisinya sebagai atlet kunci membuat tim pelatih menawarkan pengganti.
"Padahal dia atlet kunci. Dan dipersilakan untuk diganti cadangan, dia tidak mau," ujar Prabowo di hadapan para atlet.
Keputusan itu membawa konsekuensi besar. Dalam perlombaan, atlet tersebut harus melakukan teknik ekstrem dengan hanya bertumpu pada satu tangan. "Kalau atlet yang lain dia bisa pegang dua (tangan), dia hanya satu tangan. Sampai finish, dan sampai timnya berhasil mendapat medali," kenang Prabowo.
Aksi tersebut tidak luput dari perhatian orang-orang di arena. Prabowo menyebut para wasit, juri, dan penonton yang hadir di Thailand saat itu ikut terpukau oleh determinasi atlet Indonesia tersebut.
Kisah ini sengaja diangkat kembali bukan tanpa alasan. Menjelang pesta olahraga terbesar kedua di dunia itu, Presiden ingin 430 atlet yang akan bertanding di 35 cabang olahraga memahami bahwa batas fisik bukan alasan untuk menyerah.
Komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan atlet juga kembali ditegaskan. Prabowo memastikan penghargaan akan terus diberikan kepada mereka yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, narasi serupa sempat disampaikan saat pemberian bonus kepada atlet SEA Games 2025 pada Januari 2026 lalu.
"Wakili bangsa kita. Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak menyerah," tegas Prabowo menutup arahannya.
Asian Games Aichi-Nagoya akan menjadi ujian terbesar kontingen Merah Putih sejak SEA Games Thailand. Dengan bekal motivasi dari kepala negara, publik menantikan apakah semangat heroik di kawasan Asia Tenggara itu bisa direplikasi di panggung yang lebih bergengsi, Jepang, tahun depan.