Pencarian

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka di Jombang, 12 Menteri Kabinet Merah Putih hingga Tokoh Nasional Hadir

Jumat, 28 Agustus 2026 • 14:38:01 WIB
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka di Jombang, 12 Menteri Kabinet Merah Putih hingga Tokoh Nasional Hadir
Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, dihadiri ribuan kiai, santri, dan pejabat tinggi negara.

JOMBANG — Gelaran empat tahunan warga Nahdliyin resmi dimulai. Pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8), tidak hanya dihadiri ribuan kiai dan santri, tetapi juga deretan pejabat tinggi negara dari unsur eksekutif, legislatif, hingga yudikatif.

Kehadiran para tokoh nasional ini menegaskan posisi strategis NU dalam percaturan politik dan kebangsaan Indonesia. Sejak pagi, area pesantren dipadati tamu undangan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

12 Menteri dan Pimpinan Lembaga Negara Hadir Langsung

Dari jajaran Kabinet Merah Putih, hadir Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Mensesneg Prasetyo Hadi. Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mendagri Tito Karnavian, serta Menhan Sjafrie Sjamsoeddin juga tampak hadir di barisan utama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri PPPA Arifah Fauzi turut memeriahkan pembukaan. Dari unsur keamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlihat hadir mendampingi para pejabat sipil.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga hadir. Pimpinan MPR RI Ahmad Muzani dan Edhie Baskoro Yudhoyono, Kepala BGN Sudaryono, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melengkapi daftar tamu penting.

Tokoh Lintas Organisasi dan Ulama Kharismatik Hadir

Muktamar ini juga menjadi ajang silaturahmi antarorganisasi kemasyarakatan. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hadir berdampingan dengan Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kehadiran Nyai Sinta Nuriyah Wahid menambah khidmat suasana.

Seluruh jajaran Pengurus Besar NU tampak kompak hadir. Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), hingga KH Said Aqil Siroj terlihat mengikuti prosesi dengan saksama. Dari Jawa Timur, Ketua Umum PWNU setempat KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) juga hadir.

Sejumlah pengasuh pesantren besar turut hadir, di antaranya KH Nurul Huda Jazuli, KH Kafabihi Mahrus, KH Hasib Wahab Chasbullah, Gus Miftah Maulana, serta sesepuh Tambakberas, Ibu Nyai Mahfudhoh.

Agenda Krusial: Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars NU Syubbanul Wathon. Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an, sambutan Shohibul Bait, laporan panitia, hingga khutbah iftitah dari Rais Aam PBNU.

Setelah pembukaan resmi, peserta langsung memasuki agenda persidangan. Sidang Pleno I membahas jadwal dan tata tertib, sementara Pleno II membahas laporan pertanggungjawaban PBNU periode 2021–2026. Enam komisi sidang juga langsung bekerja, mulai dari Komisi A–C bidang Bahtsul Masail, Komisi D Organisasi, Komisi E Program, hingga Komisi F Rekomendasi.

Puncak agenda dijadwalkan pada Sidang Pleno V Sabtu (29/8) malam. Sidang ini akan memproses demisioner kepengurusan, memilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), menetapkan Rais Aam, dan memilih Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Seluruh rangkaian Muktamar dijadwalkan ditutup pada Minggu (30/8) dengan pidato perdana Rais Aam dan Ketua Umum terpilih.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselindependen.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks