SUMATERA SELATAN — Dua unit handphone terbakar di dalam tas seorang penumpang Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, Kamis (17/9) pukul 06.49 WIB, saat kereta berhenti di Stasiun Rawa Buntu. Insiden ini membuat perjalanan KRL terlambat sekitar 7 menit dan memaksa petugas mengevakuasi penumpang dari kereta khusus wanita. KAI Commuter mengimbau pengguna lebih waspada terhadap perangkat elektronik yang dibawa selama perjalanan.
Paragraf pembuka: Petugas keamanan di peron Stasiun Rawa Buntu melihat asap keluar dari sebuah tas yang dibawa penumpang di Kereta Khusus Wanita bagian depan rangkaian. Penumpang tersebut langsung melempar tasnya ke area peron, lalu petugas mengamankan barang itu sesuai prosedur. Di dalamnya ditemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar.
Dari keterangan yang dihimpun petugas, salah satu ponsel sedang difungsikan sebagai hotspot untuk perangkat lain. Kedua handphone itu berada dalam satu tas saat kejadian berlangsung.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, memastikan petugas bergerak cepat menangani situasi tersebut. "Petugas segera membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas juga memberikan imbauan kepada penumpang agar tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta," ujar Leza dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).
Setelah tas diamankan, petugas berkoordinasi dengan Kepala Stasiun dan meminta keterangan dari pemiliknya. KAI Commuter menyatakan masih melakukan penanganan dan koordinasi lanjutan terkait kejadian ini.
Commuter Line No.1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami keterlambatan sekitar 7 menit akibat insiden tersebut. Setelah dipastikan kondisi rangkaian aman, perjalanan KRL kembali dilanjutkan.
Insiden ini terjadi pada jam sibuk pagi, saat ratusan penumpang mengandalkan Commuter Line untuk berangkat kerja dan sekolah. Keterlambatan 7 menit memang tergolong singkat, tetapi kejadian serupa berpotensi menimbulkan gangguan lebih besar jika penanganan tidak dilakukan cepat.
KAI Commuter mengingatkan seluruh pengguna untuk selalu memperhatikan kondisi ponsel atau perangkat elektronik lain yang dibawa selama menggunakan Commuter Line. Perangkat yang mengalami panas berlebih, mengeluarkan asap, atau menunjukkan kondisi tidak normal agar segera diamankan dan dilaporkan kepada petugas.
"Jika menemukan kondisi yang tidak normal selama perjalanan, jangan panik dan segera sampaikan kepada petugas. Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama," tutup Leza.
Penutup: Kejadian di Rawa Buntu menjadi pengingat bahwa penggunaan perangkat elektronik di ruang terbatas seperti kereta tetap memerlukan kehati-hatian. KAI Commuter menempatkan keselamatan penumpang sebagai prioritas, dan respons cepat pengguna menjadi kunci mencegah insiden serupa terulang.