PALEMBANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua titik pemantauan di Palembang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada pagi ini. Snapshot data pukul 06.00 WIB menempatkan Musi 2 sebagai lokasi dengan konsentrasi tertinggi.
Konsentrasi PM2.5 di Musi 2 mencapai 159,7 µg/m³. Angka itu melewati ambang kategori tidak sehat dan masuk tingkat sangat tidak sehat. Sementara Talang Betutu tercatat 129,1 µg/m³, masih dalam rentang tidak sehat.
BMKG membagi konsentrasi PM2.5 ke dalam lima kategori. Rentang 0–15,5 µg/m³ masuk kategori baik, 15,6–55,4 µg/m³ sedang, dan 55,5–150,4 µg/m³ tidak sehat.
Kategori sangat tidak sehat berada di rentang 150,5–250,4 µg/m³, sedangkan di atas 250,5 µg/m³ masuk berbahaya. Dengan 159,7 µg/m³, Musi 2 berada di zona sangat tidak sehat.
Adapun 129,1 µg/m³ di Talang Betutu belum melewati batas 150,5 µg/m³. Meski begitu, kedua titik sama-sama berada di atas ambang kategori sedang.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Ukurannya memungkinkan partikel ini terhirup masuk jauh ke saluran pernapasan.
Paparan PM2.5 dalam waktu lama berkaitan dengan gangguan pernapasan dan jantung. Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit paru.
Kondisi udara Palembang pada pagi ini menuntut warga membatasi aktivitas luar ruangan. Pemantauan BMKG di dua titik menjadi acuan utama membaca perkembangan kualitas udara kota.
Warga Palembang yang hendak beraktivitas pagi ini sebaiknya memeriksa pembaruan data BMKG. Angka konsentrasi dapat berubah seiring waktu pengukuran.