Tinashe Rilis Album Popstar, Singgung Tekanan dan Kritik Penggemar

Penulis: Ferdian Syah  •  Sabtu, 19 September 2026 | 21:03:32 WIB

SUMATERA SELATAN — Tinashe bersiap merilis album studio kedelapannya, Popstar, yang tinggal menghitung hari. Menjelang perilisan, penyanyi asal Amerika Serikat ini mengaku merasakan tekanan yang berbeda dari album-album sebelumnya. Ia menyebut perhatian dan diskusi publik kali ini jauh lebih besar, sebuah pengalaman baru dalam kariernya.

Tinashe tengah berada di New York untuk membuka rangkaian acara Tabby Tour, hasil kolaborasi Coach dan Spotify. Ia tampil di hadapan sejumlah penggemar yang memadati kawasan Manhattan bawah hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman. Di tengah kerumunan, perbincangan soal album barunya terdengar ramai, meski tidak sekeras diskusi yang berlangsung di media sosial.

Album Popstar memang sejak awal dirancang untuk memicu percakapan. Tinashe mengaku sengaja memilih judul yang berani dan menantang. "Saya ingin membuat rekaman yang terasa sangat percaya diri dan berani, baik dari judulnya, keberadaannya, maupun cara album ini hadir," ujarnya kepada Rolling Stone.

Ia menambahkan bahwa keputusan menamai album Popstar adalah bentuk klaim atas posisinya di industri musik. "Menyebut album ini Popstar, saya merasa benar-benar mengklaim satu tempat untuk diri saya sendiri. Tingkat kepercayaan diri itu mungkin juga menciptakan lebih banyak percakapan, dan sedikit lebih banyak tekanan," katanya.

Kritik soal Sampul Album

Sejumlah penggemar mempertanyakan pilihan sampul Popstar, yang menampilkan wajah Tinashe dari jarak dekat dengan lingkaran bintang di matanya. Ada yang menyarankan agar ia memakai salah satu gambar promosi lain, termasuk foto dirinya duduk di tepi gedung dengan latar U.S. Bank Tower di Los Angeles.

Menanggapi hal itu, Tinashe menegaskan bahwa setiap keputusan kreatif tidak sesederhana memilih gambar yang terlihat bagus. "Tidak setiap pilihan kreatif sesederhana 'oh gambar ini cantik'," balasnya di media sosial.

Ia menilai masyarakat konsumtif cenderung cepat menilai sesuatu dari sisi paling mencolok, seperti lagu yang berpotensi viral atau klip pendek untuk TikTok. Menurutnya, seorang seniman sejati harus mampu melampaui dorongan itu. "Kita jauh lebih berlapis daripada sekadar thumbnail atau soundbite," ucapnya.

Sampul yang ia pilih, kata Tinashe, sengaja dibuat untuk memancing rasa penasaran. "Sampul ini bukan yang Anda harapkan dari sisi paling mencolok atau paling bergaya popstar. Justru itu kuncinya, karena membuat saya berpikir ada cerita yang lebih dalam," jelasnya.

Lima Singel dan Sisa Lagu

Menjelang perilisan, Tinashe sudah memperdengarkan lima singel dari Popstar, yakni "Pillow Fight", "Crash Out", "Melatonin", "Too Easy", dan "I'd Rather Be Alone". Kelimanya disebut memiliki karakter yang berbeda satu sama lain.

"Crash Out" menjadi salah satu sorotan karena mengusung ketukan perkusif yang kuat, dengan lirik soal upaya menjaga fokus di tengah badai pertanyaan. Masih ada 11 lagu lain yang menanti di sisi lain perilisan album dan akan memperluas tema yang sudah diperkenalkan lewat singel-singel tersebut.

Keyakinan Tinashe pada album ini terlihat dari reaksinya terhadap kritik pedas di media sosial. Ketika seorang pengguna X memintanya meningkatkan kualitas atau ia tidak akan mendengarkan, Tinashe hanya membalas singkat. "Silakan. Tolong jangan dengarkan," tulisnya.

Independen Sejak 2019

Tinashe beroperasi sebagai artis independen sejak 2019, setelah berpisah dari RCA Records. Saat itu, manajernya menyebut keputusan tersebut sebagai langkah mengembalikan kendali kreatif setelah lima tahun dan tiga album bersama label tersebut.

Pada fase awal kariernya, ia pernah didorong merekam musik yang tidak ia rasa terhubung dengannya. Perbedaan pendapat kreatif juga sempat menunda jadwal perilisan selama berbulan-bulan. Pengalaman itu membuatnya enggan menerima saran artistik dari penggemar di media sosial.

Meski begitu, Tinashe mengakui diskusi daring soal siapa yang membentuk lanskap musik pop tetap penting. Hanya saja, ia menilai penggemar sering menyederhanakan dimensi karya yang mereka konsumsi. "Nuansa sudah mati," katanya singkat.

Album Popstar akan menjadi penanda baru dalam perjalanan karier Tinashe sebagai artis independen. Perilisan album ini sekaligus menguji seberapa jauh strategi kreatif yang ia pegang sendiri bisa diterima pasar musik pop yang bergerak cepat.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: rollingstone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top