PALEMBANG — Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyatakan patroli udara lebih dulu mendeteksi 18 titik firespot di sejumlah wilayah. Temuan itu ditindaklanjuti dengan pengerahan tiga helikopter water bombing ke lokasi-lokasi yang terbakar.
Pemadaman udara di OKI menyasar empat kecamatan: Cengal, Pangkalan Lampam, Sungai Menang, dan Tanjung Lubuk. Sementara di Muara Enim, penyiraman difokuskan ke wilayah Muara Belida.
Luas lahan terbakar di Pangkalan Lampam diperkirakan mencapai 15 hektare. Petugas melakukan 31 kali water bombing dan berhasil memadamkan sekitar enam hektare.
Meski begitu, asap masih terlihat di lokasi hingga pemadaman berakhir.
Karhutla di Cengal melanda lahan sekitar 10 hektare. Sebanyak 14 kali water bombing dilakukan dan sekitar empat hektare berhasil dipadamkan.
Sudirman menyebut masih terdapat asap tebal di lokasi tersebut seusai operasi.
Di Sungai Menang, luas lahan terbakar diperkirakan delapan hektare. Pemadaman dilakukan 19 kali water bombing, tetapi lokasi masih berasap hingga operasi berakhir.
Wilayah Tanjung Lubuk diperkirakan terbakar sekitar 10 hektare. Petugas melakukan 32 kali water bombing, namun kondisi lokasi juga masih berasap.
Karhutla di Muara Belida, Muara Enim, diperkirakan melanda lahan sekitar 10 hektare. Sebanyak 18 kali water bombing dilakukan dan lokasi masih berasap tebal.
"Kondisinya masih berasap hingga akhir pemadaman, bahkan ada yang masih berasap tebal," kata Sudirman.
Sudirman memastikan pemadaman akan dilanjutkan kembali seusai pemantauan udara melakukan patroli.
"Pemadaman akan dilanjutkan kembali hari ini seusai pemantauan udara melakukan patroli," ujarnya.
Total 113 kali water bombing yang dikerahkan BPBD Sumsel belum sepenuhnya memadamkan lima wilayah terdampak. Petugas masih menyisir titik-titik yang mengeluarkan asap, terutama di Pangkalan Lampam dan Tanjung Lubuk yang mencatat penyiraman udara paling banyak.