SUMATERA SELATAN — Bos Nissan untuk wilayah AS, Christian Meunier, mengakui pihaknya kesulitan menyaingi harga mobil China yang agresif di pasar global. Strategi Nissan kini diarahkan ke produksi lokal di Meksiko untuk menekan biaya, dengan prediksi merek China akan mulai merakit mobil di sana dalam tiga tahun ke depan.
Christian Meunier, yang memimpin operasional Nissan di Amerika Serikat, menyebut persaingan melawan produsen otomotif Tiongkok sebagai tantangan paling berat yang dihadapi merek Jepang saat ini. Dalam wawancara dengan CNBC, ia menilai produk-produk China memang layak secara kualitas, tetapi dijual dengan harga jauh di bawah standar pasar.
Meunier menegaskan bahwa persaingan sebenarnya bukan sekadar antarprodusen, melainkan melawan dukungan pemerintah di balik industri otomotif China. Menurutnya, produsen Jepang telah berupaya memperluas skala operasi global untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi, namun tetap kesulitan mengejar.
"Kami tahu kami tidak bersaing dengan (produsen mobil) tersebut, melainkan bersaing melawan pemerintah mereka. Mereka menyerang dengan sangat agresif," ujar Meunier.
Ia menambahkan bahwa model bisnis mobil China saat ini bertumpu pada penetapan harga rendah yang sulit ditiru merek Barat maupun Jepang tanpa merombak total struktur biaya.
Meunier memperkirakan produsen China akan mulai memproduksi mobil di Meksiko dalam tiga tahun ke depan. Lokasi itu hanya berjarak beberapa jam dari perbatasan AS, sehingga memberi keuntungan logistik besar.
Nissan sendiri menyiapkan rencana agresif di Meksiko, terutama untuk menekan biaya produksi agar bisa bersaing begitu merek China mulai merakit kendaraan secara lokal. Saat ini, mobil China sudah dijual di Meksiko meski terkena tarif 50 persen.
"Kami memiliki rencana yang sangat agresif di Meksiko, terutama untuk menekan biaya agar kami dapat bersaing dengan produsen China ketika mereka mulai memproduksi secara lokal," kata Meunier kepada Auto News.
Pemerintah AS masih melarang produsen China beroperasi di dalam negeri. Namun Presiden Donald Trump belum lama ini memberi sinyal membuka peluang bagi mereka, dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja lokal.
Meunier yakin merek China pada akhirnya akan masuk ke jalanan AS. Sebagian besar kemungkinan beroperasi di selatan perbatasan, tempat mobil-mobil China sudah dijual dan pasar Meksiko diprediksi makin ketat begitu produksi lokal berjalan tanpa beban tarif.
"Daya saing harga akan menjadi aturan main dalam lima tahun ke depan," ujarnya.
Meunier mengakui sistem pasokan dan struktur biaya Nissan saat ini belum bisa bersaing langsung dengan BYD dan merek sejenis. Ia menilai merek Barat dan Jepang belum sepenuhnya berupaya memangkas biaya.
Meski begitu, Nissan menyiapkan langkah lain di luar efisiensi biaya. Perusahaan berencana menjual model-model yang diproduksi di China untuk pasar Meksiko, memanfaatkan rantai pasok yang sudah terbangun di sana.
"Kami memanfaatkan peluang ini untuk membuat produk yang dikembangkan di China bersaing dengan produsen Tiongkok di Amerika Latin, karena jelas ini merupakan invasi besar dan cepat yang sedang terjadi," tutur Meunier.