Pemprov Sumsel Gelar Salat Istisqa di Griya Agung Palembang, Ikhtiar Mohon Hujan di Tengah Kabut Asap Karhutla

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 05:46:01 WIB
Jemaah mengikuti Salat Istisqa di halaman Griya Agung, Palembang.

PALEMBANG — Salat Istisqa digelar berjamaah di halaman Griya Agung, Palembang, dengan melibatkan jajaran Pemprov Sumsel, tokoh agama, dan warga setempat. Ibadah ini menjadi ikhtiar spiritual di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap dilaporkan mengganggu aktivitas warga, terutama di pagi hari. Pemprov menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya lewat pendekatan teknis di lapangan.

Modifikasi Cuaca Sudah Dilakukan 69 Kali dalam Dua Bulan

Sebelum Salat Istisqa digelar, Pemprov Sumsel bersama instansi terkait sudah menjalankan operasi darat dan modifikasi cuaca. Operasi tersebut tercatat dilakukan 69 kali dalam dua bulan terakhir.

Modifikasi cuaca dilakukan dengan menabur garam ke awan untuk memicu hujan di area rawan karhutla. Meski begitu, titik api masih muncul di sejumlah kabupaten.

Operasi darat melibatkan personel gabungan untuk pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Pemprov menyebut upaya ini akan terus dilanjutkan selama kemarau berlangsung.

Mengapa Salat Istisqa Digelar Sekarang

Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon hujan saat kekeringan panjang. Tradisi ini biasa digelar ketika musim kemarau berkepanjangan dan berdampak luas bagi warga.

Pemprov Sumsel menempatkan Salat Istisqa sebagai pelengkap, bukan pengganti, upaya teknis penanganan karhutla. Pendekatan spiritual dan operasional dijalankan bersamaan.

Kabut asap akibat karhutla sendiri berdampak pada kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Dinas terkait mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Dampak Kabut Asap bagi Warga Sumsel

Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga memicu keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Puskesmas dan rumah sakit di sejumlah daerah bersiap menerima lonjakan pasien.

Warga diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Sekolah juga diminta memantau kondisi udara sebelum menggelar kegiatan luar ruangan.

Pemprov Sumsel menyatakan akan terus memperbarui informasi soal titik api dan kualitas udara. Langkah ini agar warga bisa menyesuaikan aktivitas harian.

Langkah Lanjutan Usai Salat Istisqa

Pemprov memastikan operasi darat dan modifikasi cuaca tetap berjalan setelah Salat Istisqa. Penambahan personel dan armada pemadaman akan disesuaikan dengan kondisi titik api di lapangan.

Pemerintah pusat melalui BNPB juga dilibatkan dalam penanganan karhutla lintas provinsi. Sumsel menjadi salah satu wilayah prioritas karena luas lahan terbakar cukup signifikan.

Pemprov berharap hujan segera turun dalam beberapa pekan ke depan. Jika kemarau berlanjut, intensitas modifikasi cuaca akan ditingkatkan untuk mencegah kabut asap meluas ke wilayah lain.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top