PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan perluasan peran TKPK akan diarahkan pada penanganan kemiskinan ekstrem di seluruh kabupaten/kota. Langkah itu diambil setelah angka kemiskinan provinsi tercatat turun menjadi 9,5 persen dari 9,8 persen pada September 2025.
Menurut Herman Deru, penurunan jumlah penduduk miskin mencerminkan dampak positif dari program yang dijalankan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan. "Tim khusus yakni Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) yang terbukti mampu menurunkan angka kemiskinan provinsi ini menjadi satu digit, perannya akan diperbesar," kata Herman Deru di Palembang, Jumat.
Pemprov Sumsel mendorong TKPK memperluas cakupan penanganan kemiskinan ekstrem ke seluruh wilayah administratif. Sasaran utamanya adalah 17 kabupaten/kota yang tersebar di Sumatera Selatan.
Dengan peran yang lebih besar, Herman Deru berharap tim tersebut bekerja optimal memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Program yang dinilai terbukti meningkatkan kesejahteraan, antara lain pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif, akan digencarkan kembali.
Data yang dihimpun menunjukkan angka kemiskinan Sumsel bergerak turun secara bertahap. Posisi 9,8 persen pada September 2025 kini menjadi 9,5 persen.
Pemprov menilai capaian itu tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan. Keberhasilan menurunkan jumlah penduduk miskin secara bertahap menjadi dasar melanjutkan sejumlah program serupa di seluruh kabupaten/kota.
Pelatihan keterampilan dan ekonomi kreatif disebut sebagai program yang terbukti meningkatkan kesejahteraan warga. Kegiatan itu akan diupayakan lebih gencar lagi ke depan.
Pemprov Sumsel berupaya melanjutkan program yang dinilai berdampak langsung pada pendapatan masyarakat. Fokusnya tetap pada 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan agar penurunan angka kemiskinan berlanjut.