PALEMBANG — Conie Putri Pamelia, kuasa hukum korban, menyatakan kliennya sudah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Meski kondisi membaik dan diizinkan pulang, biaya pengobatan sebesar Rp 41 juta belum lunas. Orang tua Noval baru membayar Rp 4 juta dari total tagihan tersebut.
Menurut Conie, pihak rumah sakit memperbolehkan korban pulang dengan catatan KTP dan KK kedua orang tuanya diserahkan sebagai jaminan. "KTP dan KK kedua orang tua korban jadi jaminan. Kami mengimbau kepada pemerintah untuk dapat membantu klien kami meringankan membayar biaya pengobatannya karena sudah menjadi korban kejahatan," ujarnya.
Dengan leher masih diperban usai operasi, Noval menuturkan dirinya tidak menyadari telah menjadi korban penusukan saat kejadian berlangsung. "Malam kejadian saya dipukul dan terjatuh. Saya tidak merasakan kalau leher saya sudah di tusuk pelaku," kata Noval saat ditemui di kediamannya, Kecamatan Sukarami Palembang.
Setelah dipukul dan terjatuh, Noval kabur ke arah Pasar 26 Ilir dan bertemu seorang pedagang pecel lele. Pedagang itu bersama korban Miftahudin menolongnya dan membawanya ke RS AK Gani, sebelum dirujuk ke RSMH Palembang. "Setelah menjalani operasi leher, sudah dua hari ini saya pulang ke rumah dan tanggal 15 nanti saya kontrol lagi," ungkapnya.
Noval menceritakan, sebelum kejadian ia bersama Miftahudin dan Niko baru pulang menonton balap di kawasan Kambang Iwak, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 03.50 WIB. Miftahudin dan Niko berboncengan sepeda motor, sementara Noval mengendarai motor sendiri yang sempat tidak bisa menyala dan dibantu kedua rekannya.
Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan KH Ahmad Dahlan, empat sepeda motor berisi delapan orang memepet mereka. "Tiga pelaku yang sudah ditangkap itu, mereka menggunakan sepeda motor NMax warna merah langsung memepet kami dan turun dari motor dan minta uang," kata Noval.
Ketiga pelaku meminta uang, dan saat tidak diberi langsung menendang sepeda motor kedua korban. Miftahudin sempat melawan, tetapi dikeroyok dan ditusuk. Niko berhasil kabur. "Saat itu saya juga di pukul dan sempat melawan. Saat terjatuh di motor saya tidak sadar sudah di tusuk di bagian leher. Setelah itu para pelaku langsung kabur meninggalkan mereka berdua," ujarnya.
Ibu korban, Siti Juairiah, memohon bantuan pemerintah dan para dermawan untuk meringankan beban biaya rumah sakit. "Mohon bantuannya kepada Wali Kota Palembang agar dapat membantu biaya pengobatan anak kami yang menjadi korban kriminal," katanya sambil menangis.
Siti menyebut total biaya keseluruhan selama di rumah sakit mencapai Rp 41 juta dan baru bisa dibayar Rp 4 juta. "Tanggal 15 kontrol dan kalau bisa sudah bisa di lunasi sisanya," ujarnya sambil menghapus air mata.
Conie menambahkan, pihaknya sudah mendatangi Polrestabes Palembang untuk membuat laporan terkait perampokan yang dialami korban. Laporan dibuat terpisah karena Miftahudin sudah meninggal, sementara Noval masih di bawah umur.
"Kita mau buat laporan terpisah karena untuk korban Miftahudin sudah meninggal sementara klien kami ini terkuak dan di bawah umur. Jadi kami akan membuat laporan sendiri agar pelaku lainnya dapat tertangkap dan segera diadili," tegasnya.