SUMATERA SELATAN — Hampir 7 dari 10 ibu hamil merasakan payudara kencang dan puting nyeri di awal kehamilan. Keluhan ini normal akibat lonjakan hormon, dan ada lima langkah praktis yang bisa Bunda coba di rumah untuk meredakannya.
Nyeri payudara sering muncul sejak 1-2 minggu setelah pembuahan, bahkan sebelum Bunda tahu sedang hamil. Dari 1.765 responden poll komunitas theAsianparent, 72 persen menjawab mengalami rasa sakit yang signifikan di area payudara.
Rasa tidak nyaman biasanya paling hebat di trimester pertama. Memasuki trimester kedua, intensitasnya berangsur turun seiring tubuh beradaptasi dengan kadar hormon yang baru.
Begitu kehamilan terkonfirmasi, tubuh langsung menyiapkan payudara untuk menyusui. Estrogen merangsang pertumbuhan jaringan kelenjar susu, sementara progesteron mempersiapkan salurannya.
Payudara membesar lebih cepat daripada kemampuan kulit beradaptasi. Pembuluh darah melebar, dan ujung saraf di puting jadi jauh lebih sensitif dibanding biasanya.
Ada beberapa perubahan spesifik yang menyertai:
Nyeri bisa datang sangat awal, bahkan sebelum testpack menunjukkan hasil positif. Ini salah satu tanda kehamilan pertama yang paling sering dirasakan.
Bagi sebagian besar ibu hamil, nyeri berkurang signifikan sekitar minggu ke-13 hingga 14. Rasa sakit yang tadinya luar biasa perlahan berubah jadi rasa penuh yang lebih bisa ditoleransi.
Nyeri bisa kembali menjelang akhir kehamilan saat tubuh memproduksi kolostrum. Setelah melahirkan, masa awal menyusui juga sering disertai sensitivitas serupa.
Langkah ini paling penting dan efeknya paling terasa. Bra yang salah ukuran, apalagi masih memakai kawat, menekan jaringan payudara yang sedang berkembang dan memperparah nyeri.
Pilih bra tanpa kawat berbahan katun atau microfiber lembut. Ukur ulang payudara setiap beberapa minggu karena ukurannya bisa bertambah cepat di trimester pertama.
Bra khusus hamil dan menyusui dengan cup yang bisa mengembang jadi pilihan praktis. Jika tidur pun tidak nyaman, kenakan sleep bra yang minim tekanan.
Kompres dingin membantu meredakan pembengkakan dan sensasi terbakar. Bungkus es batu dengan kain tipis, tempelkan ke payudara selama 10-15 menit.
Kompres hangat dengan handuk basah air hangat membantu merelaksasi jaringan yang tegang. Pilih yang paling nyaman untuk Bunda, tidak ada aturan baku mana yang lebih benar.
Kulit puting dan areola mudah kering serta pecah-pecah saat hamil. Hindari menggosok puting dengan sabun berbusa atau scrub, dan jangan menyeka dengan handuk kasar.
Cukup tepuk-tepuk lembut setelah mandi, lalu oleskan lanolin murni atau minyak kelapa murni. Keduanya aman untuk ibu hamil dan menjaga kelembapan kulit puting.
Bahan kasar atau potongan ketat jadi sumber gesekan yang menyakitkan sepanjang hari. Pilih baju katun longgar, dan pakai breast pad di dalam bra bila perlu untuk mengurangi gesekan langsung.
Mandi dengan air hangat, bukan panas, karena air terlalu panas membuat kulit payudara makin kering. Biarkan air mengalir sendiri ke payudara daripada menyiramnya dengan tekanan tinggi dari shower.
Nyeri akibat perubahan hormonal tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Namun ada tanda yang perlu segera dikonsultasikan ke dokter kandungan atau bidan.
Paracetamol umumnya dianggap aman untuk ibu hamil dalam dosis tepat. Meski begitu, jangan dikonsumsi sembarangan, terutama di trimester pertama.
Konsultasikan dulu ke dokter atau bidan sebelum meminumnya. Untuk nyeri ringan, langkah non-obat seperti kompres dan bra yang tepat biasanya sudah cukup membantu.
Nyeri payudara di awal kehamilan adalah bagian dari proses persiapan tubuh menyusui, bukan tanda ada yang salah. Siapkan dua sampai tiga bra hamil tanpa kawat, sediakan kompres dingin di rumah, dan catat perubahan yang terasa tidak normal untuk dilaporkan saat pemeriksaan antenatal.