Penjualan Mobil Listrik Global Turun 2 Persen pada September 2026

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 18:19:01 WIB
Penjualan kendaraan listrik global pada September 2026 mencapai 2,15 juta unit atau turun 2 persen.

SUMATERA SELATAN — Penjualan kendaraan listrik global turun 2 persen pada September 2026 menjadi 2,15 juta unit, mengakhiri tren pertumbuhan enam bulan berturut-turut. Rekor penjualan di Eropa belum mampu menutup anjloknya permintaan di Amerika Utara dan China. Sepanjang tahun berjalan, volume masih naik 3 persen ke 15,5 juta unit.

Data Benchmark Mineral Intelligence yang dirilis Jumat pekan lalu menunjukkan perbedaan arah pasar yang semakin lebar antarwilayah. Lembaga riset berbasis di Inggris itu mencatat Eropa sebagai satu-satunya kawasan dengan pertumbuhan positif, sementara dua pasar utama lain justru mengalami kontraksi tajam.

Eropa Cetak Rekor Hampir 600.000 Unit

Eropa membukukan bulan terkuat dalam sejarahnya pada September 2026, dengan hampir 600.000 kendaraan listrik terjual. Angka itu 10 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang tercatat pada Juni.

Charles Lester, Manajer Data BMI, menyebut pencapaian tersebut ditopang permintaan konsumen yang kuat serta dukungan kebijakan. "Eropa mencatatkan bulan terkuatnya dalam sejarah, dengan hampir 600.000 kendaraan listrik terjual pada bulan September, 10 persen lebih tinggi dari rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada bulan Juni," ujar Lester mengutip Reuters, Senin (19/10).

Amerika Utara Anjlok 44 Persen

Penjualan di Amerika Utara merosot 44 persen, penurunan bulanan terdalam sepanjang tahun ini. Penyebabnya adalah efek pembanding: pada periode yang sama tahun lalu, konsumen berbondong-bondong ke dealer sebelum insentif pajak kendaraan listrik berakhir pada akhir September 2025.

Berakhirnya insentif tersebut masih membayangi pasar hingga kini. Tanpa stimulus fiskal, produsen menghadapi tantangan baru untuk menjaga momentum adopsi di kawasan itu.

China Turun 18 Persen, Produsen Beralih ke Ekspor

Pasar domestik China melemah dengan penjualan 1,11 juta unit, turun 18 persen dibanding periode sebelumnya. Kondisi ini mendorong produsen mobil China semakin mengandalkan pasar ekspor untuk menyerap kapasitas produksi.

Pelemahan China menjadi perhatian tersendiri karena negara itu merupakan pasar kendaraan listrik terbesar dunia. Penurunan di sana berdampak langsung pada volume global meski Eropa mencatat rekor.

Gambaran Year-to-Date Masih Positif

Secara kumulatif Januari–September 2026, penjualan kendaraan listrik global mencapai 15,5 juta unit atau naik 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini menunjukkan adopsi kendaraan listrik masih tumbuh, meski lajunya melambat.

Perbedaan arah antarwilayah menjadi sinyal bahwa pasar kendaraan listrik dunia tidak lagi bergerak seragam. Eropa dengan dukungan kebijakan dan permintaan konsumen yang kuat berjalan berlawanan dengan Amerika Utara yang kehilangan insentif pajak serta China yang pasar domestiknya melemah.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top