Pencarian

Pemprov Sumsel Siap Luncurkan Wisata Medis, Tekan Minat Berobat ke Luar Negeri

Selasa, 13 Januari 2026 • 20:20:05 WIB
Pemprov Sumsel Siap Luncurkan Wisata Medis, Tekan Minat Berobat ke Luar Negeri
Ilustrasi AI

PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersiap meluncurkan program Health Tourism atau Wisata Medis pada akhir Januari 2026. Program ini digagas untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan daerah sekaligus menekan kecenderungan masyarakat Sumsel yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman menjelaskan bahwa pengembangan wisata medis merupakan arahan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan. Tujuannya untuk mengoptimalkan potensi rumah sakit daerah agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Pesan Bapak Gubernur sangat jelas, kami ingin masyarakat Sumsel tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik di daerah sendiri, tanpa harus pergi ke luar negeri. Karena itu, pelayanan rumah sakit unggulan terus kami tingkatkan,” ujar Trisnawarman, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, program Health Tourism akan mengintegrasikan layanan medis berstandar internasional dengan konsep pariwisata. Skema ini bersifat komersial dan menyasar segmen masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan premium, tanpa bergantung pada skema Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS).

“Program ini bukan layanan BPJS, tetapi ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan ekstra. Kami ingin pelaku usaha dan masyarakat dari Sumsel maupun provinsi sekitar seperti Lampung dan Bengkulu tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,” jelasnya.

Pemprov Sumsel, lanjut Trisnawarman, tengah membangun citra pelayanan kesehatan berkualitas tinggi sebagai branding daerah yang dapat dipasarkan secara luas, termasuk untuk menarik pasien dari luar wilayah.

Sebagai tahap awal, RSUD Siti Fatimah ditetapkan sebagai rumah sakit perintis program wisata medis di Sumatera Selatan. Rumah sakit tersebut akan mengandalkan tiga layanan unggulan, yakni layanan jantung, ortopedi, serta medical check-up.

“Saat ini kami masih menunggu proses sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Ke depan, rumah sakit lain akan didorong ikut bergabung dengan pengembangan layanan spesialisasi berbeda, seperti bayi tabung dan layanan ginjal,” pungkasnya.

Melalui peluncuran Health Tourism, Pemprov Sumsel berharap kualitas layanan kesehatan daerah semakin meningkat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi berbasis jasa kesehatan dan pariwisata.

Bagikan
Sumber: Jawapos

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks