Pencarian

Sekda Sumsel Dorong Baznas Perkuat Kepercayaan Publik dan Inovasi Pengelolaan Zakat

Kamis, 15 Januari 2026 • 18:30:08 WIB
Sekda Sumsel Dorong Baznas Perkuat Kepercayaan Publik dan Inovasi Pengelolaan Zakat
Sekda Sumsel Edward Candra menerima audiensi pengurus Baznas untuk membahas pengelolaan zakat.

Ringkasan AI

  • Sekda Sumsel menekankan kepercayaan publik dan transparansi sebagai kunci pengelolaan zakat oleh Baznas.

  • Baznas Sumsel menargetkan penghimpunan Rp50 miliar, namun realisasi sementara baru sekitar Rp5 miliar lebih.

  • Pemerintah daerah didorong bersinergi dengan instansi, BUMN, BUMD, dan swasta untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat.

*Ringkasan ini dibuat dengan bantuan AI

PALEMBANG – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama yang harus dijaga oleh Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Selatan dalam menjalankan fungsi penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah.

Penegasan tersebut disampaikan Edward Candra saat menerima audiensi pengurus Baznas Sumsel di ruang tamu Sekda, Kamis (15/1/2026). Ia menilai, berbagai capaian positif yang telah dirintis pengurus sebelumnya perlu dijaga kesinambungannya, sekaligus diperkuat melalui inovasi program.

Menurut Sekda, Baznas tidak hanya dituntut meningkatkan jumlah penghimpunan dana, tetapi juga memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Inovasi sangat diperlukan, terutama dalam membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan. Program zakat harus mampu memberi manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga berharap Baznas Sumsel dapat berperan aktif dalam penanganan kemiskinan melalui program-program konkret, seperti bedah rumah, bantuan permodalan bagi UMKM, serta berbagai bentuk bantuan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Selain itu, Edward Candra menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, keterbukaan mulai dari proses penghimpunan hingga penyaluran dana akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap Baznas.

Sementara itu, Ketua Pengawas Baznas Provinsi Sumatera Selatan Akhmad Najib mengungkapkan bahwa target penghimpunan zakat tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp50 miliar. Namun hingga saat ini, realisasi baru mencapai sekitar Rp5 miliar lebih, sehingga dibutuhkan dukungan dan kerja keras bersama.

“Kami berharap dukungan pemerintah, khususnya dari instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD, agar penyaluran zakat dapat dilakukan melalui Baznas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Sumatera Selatan Candra Satria berharap seluruh perangkat pemerintahan dapat terlibat aktif dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.

Ia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk membantu mengoordinasikan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD agar target penghimpunan zakat sebesar Rp50 miliar pada tahun ini dapat tercapai.

Audiensi tersebut turut dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Bagikan
Sumber: sumselprov

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks