PALEMBANG — Tiga kabupaten di Sumatera Selatan dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, total luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare, tersebar di Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebutkan bahwa dua dari tiga wilayah tersebut menjadi prioritas pemadaman karena potensi api yang membesar. “Hasil patroli udara menemukan adanya titik kebakaran di tiga wilayah Sumsel. Untuk Muratara dan Muba menjadi prioritas pemadaman karena api berpotensi membesar,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Helikopter Water Bombing 36 Kali Siram Api di Muba
Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran terjadi di Kecamatan Sungai Keruh dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare. Tim udara mengerahkan helikopter water bombing yang melakukan 36 kali penyiraman untuk memadamkan api.
Meski operasi penyiraman telah selesai, sebagian titik api di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam. Tim satgas darat terus melakukan pendinginan dan pemantauan intensif di area terdampak untuk mencegah api kembali menyala.
Karang Dapo, Muratara: 24 Kali Penyiraman, Api Berhasil Dipadamkan
Sementara itu, kebakaran di wilayah Karang Dapo, Muratara, juga menghanguskan lahan seluas dua hektare. Proses pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing dengan total 24 kali penyiraman udara.
“Untuk karhutla di Muratara saat ini sudah berhasil dipadamkan, sedangkan kondisi di Muba masih terus dipantau,” kata Sudirman.
Banyuasin: Kebakaran di Area Persawahan, Penanganan Berbeda
Selain dua wilayah tersebut, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Banyuasin. Namun, lokasi yang terbakar merupakan area persawahan sehingga penanganan dilakukan dengan skala berbeda dibandingkan dua daerah prioritas.
Fakta Singkat Karhutla Sumsel per 28 Mei 2026:
- Luas lahan terbakar: 5 hektare di tiga kabupaten.
- Prioritas pemadaman: Muratara dan Muba karena potensi api meluas.
- Helikopter dikerahkan: 2 unit helikopter patroli dan 3 helikopter water bombing.
- Hotspot terpantau: 316 titik hingga 27 Mei 2026, naik drastis dari 150 titik di April.
Hotspot Melonjak 110% dalam Sebulan, Waspada Musim Kemarau
BPBD Sumsel mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas atau hotspot selama Mei 2026. Hingga 27 Mei, sebanyak 316 hotspot terpantau di berbagai wilayah Sumsel. Angka ini melonjak dibanding April yang hanya mencapai 150 titik dan Maret sebanyak 107 titik.
Kondisi ini membuat petugas meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla yang lebih luas dalam beberapa pekan ke depan. Patroli udara terus dilakukan setiap hari guna memantau perkembangan titik api dan mencegah meluasnya kebakaran memasuki musim kemarau.