PALEMBANG — Musim kemarau memperparah kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Data BPBD Sumsel per pertengahan Juli 2026 menunjukkan empat daerah berstatus zona oranye, yakni Kabupaten OKU dengan 19 kejadian, Kota Palembang 18 kejadian, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Rawas Utara (Muratara) yang masing-masing mencatat 17 kejadian.
Lima Daerah Zona Merah, PALI Paling Parah
Kategori zona oranye diberikan untuk wilayah dengan 15 hingga 30 kejadian karhutla. Namun, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut lima daerah lain kondisinya lebih mengkhawatirkan karena telah berstatus zona merah.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten PALI dengan 57 kejadian, Musi Banyuasin 49 kejadian, Ogan Ilir 42 kejadian, Banyuasin 37 kejadian, serta Muara Enim sebanyak 33 kejadian. Total kebakaran di lima wilayah ini mencapai 218 titik, jauh melampaui ambang batas zona merah.
Kebakaran di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Pelaksana Tugas Kepala BPBD OKI, Nova Triyussanto, membenarkan bahwa wilayahnya kini berada di zona oranye. Menurutnya, sebagian besar kebakaran terjadi di kawasan bergambut yang sulit dijangkau petugas di lapangan.
“Proses pemadaman tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga Manggala Agni, TNI, Polri, hingga perusahaan yang memiliki wilayah konsesi di sekitar lokasi kebakaran,” ujar Nova. Kondisi gambut yang kering membuat api mudah menyebar di bawah permukaan tanah, membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar untuk dipadamkan.
Respons dan Langkah Penanganan
BPBD Sumsel telah mengerahkan personel gabungan ke titik-titik api di sembilan daerah. Sudirman menambahkan bahwa pihaknya terus memantau pergerakan hotspot melalui citra satelit dan laporan lapangan. “Kami imbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau ini,” katanya.
Perusahaan perkebunan dan kehutanan di wilayah konsesi juga diminta turut aktif dalam pencegahan karhutla. Koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mempercepat pemadaman, khususnya di lahan gambut yang rawan api laten.
Dampak dan Imbauan bagi Warga
Kebakaran yang meluas berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. BPBD mengingatkan warga di zona oranye dan merah untuk menggunakan masker jika kualitas udara memburuk, serta segera melaporkan titik api ke posko terdekat.
Hingga pertengahan Juli, sembilan dari 17 kabupaten/kota di Sumsel telah terkena dampak karhutla. BPBD belum mengubah status siaga darurat di provinsi ini, dengan potensi kebakaran masih tinggi selama puncak kemarau.