Pencarian

Prevalensi Kurang Pangan di OKU Selatan Turun Jadi 9,43%, Masih di Atas Rata-Rata Sumsel

Selasa, 14 Juli 2026 • 18:29:05 WIB
Prevalensi Kurang Pangan di OKU Selatan Turun Jadi 9,43%, Masih di Atas Rata-Rata Sumsel
Prevalensi ketidakcukupan pangan di OKU Selatan turun menjadi 9,43% pada 2025, meskipun masih di atas rata-rata Sumatera Selatan.

BATURAJA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan prevalensi ketidakcukupan pangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dalam lima tahun terakhir mencapai 3,37 poin persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa jumlah penduduk yang asupan energinya di bawah kebutuhan minimum terus berkurang, meski belum merata di semua wilayah.

Indikator Kerawanan Pangan dan Gizi

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU mengukur proporsi penduduk yang secara rutin mengonsumsi makanan dalam jumlah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energi hidup normal, aktif, dan sehat. Indikator ini menjadi alat utama untuk membaca tingkat kerawanan pangan dan gizi di suatu daerah.

Artinya, pada 2025, kurang dari 9,43 persen total penduduk OKU Selatan masih mengalami defisit energi harian. Sisa populasi lainnya dinilai telah mencukupi kebutuhan kalori minimalnya.

Peringkat ke-16 dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel

Dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, OKU Selatan menempati urutan ke-16 dalam daftar prevalensi terendah. Hanya Kabupaten Empat Lawang yang berada di bawahnya dengan angka 11,07 persen.

Wilayah dengan PoU terkecil adalah Kota Palembang (3,58%), disusul Musi Banyuasin (3,59%), dan Lahat (4,64%). Ogan Komering Ulu sendiri, yang menjadi kabupaten induk, mencatat angka 7,07 persen.

Daftar 10 Daerah dengan PoU Terendah di Sumsel

Berikut urutan prevalensi ketidakcukupan pangan terendah di Sumatera Selatan pada 2025 berdasarkan data BPS:

  • Kota Palembang: 3,58%
  • Kabupaten Musi Banyuasin: 3,59%
  • Kabupaten Lahat: 4,64%
  • Kabupaten Banyuasin: 4,96%
  • Kabupaten Ogan Ilir: 5,35%
  • Kabupaten Muara Enim: 5,59%
  • Kabupaten Musi Rawas Utara: 6,35%
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur: 6,48%
  • Kabupaten Ogan Komering Ilir: 6,86%
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu: 7,07%

Mengapa Angka OKU Selatan Masih Tinggi?

Meski tren menunjukkan perbaikan, posisi OKU Selatan yang berada di papan bawah mengindikasikan masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Akses terhadap pangan bergizi, daya beli masyarakat, serta distribusi pangan di wilayah perdesaan menjadi faktor yang perlu diperkuat.

Penurunan 3,52 poin persen dalam setahun terakhir setidaknya memberi sinyal positif. Namun, selisih 1,54 poin persen dengan rata-rata nasional menunjukkan percepatan program ketahanan pangan masih diperlukan.

Bagikan
Sumber: databoks.katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks