BANYUASIN — Lapas Kelas IIA Banyuasin menggandeng Komunitas Riau Indonesia Mengaji untuk menggelar Safari Dakwah di lingkungan pemasyarakatan. Habib Ahmad Al Habsyi dihadirkan sebagai penceramah dalam acara yang diikuti 340 peserta, terdiri dari warga binaan dan petugas lapas.
Materi Tausiyah: Perbaiki Akhlak dan Jadi Pribadi Bermanfaat
Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan materi tentang pentingnya berbuat baik, memperbaiki akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Warga binaan terlihat antusias dan aktif berdialog untuk memperdalam pemahaman keagamaan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.
Kepala Lapas: Pembinaan Agama Kunci Rehabilitasi Mental
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan program prioritas dalam proses pembinaan warga binaan.
"Kami meyakini bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk pribadi yang lebih baik. Melalui Safari Dakwah ini, kami berharap warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan siap kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.
Rangkaian Acara Diakhiri dengan Wakaf Al-Qur'an
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penjelasan tujuan Safari Dakwah dari tim Komunitas Riau Indonesia Mengaji, serta sambutan dari Kepala Lapas. Acara ditutup dengan Wakaf Al-Qur'an oleh Habib Ahmad Al Habsyi. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para petugas dan warga binaan yang secara sukarela mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam program wakaf sebagai bentuk kepedulian terhadap syiar Islam dan penyediaan Al-Qur'an bagi para pembelajar di lingkungan pemasyarakatan.