Pencarian

Tiga Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Produksi 25 Kg Tempe Per Hari Berkat Program TJSL Pertamina

Senin, 13 Juli 2026 • 17:22:01 WIB
Tiga Warga Binaan Lapas Perempuan Palembang Produksi 25 Kg Tempe Per Hari Berkat Program TJSL Pertamina
Tiga warga binaan Lapas Perempuan Palembang memproduksi 25 kilogram tempe per hari secara higienis berkat program TJSL Pertamina.

PALEMBANG — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sejak awal 2025 mengubah keseharian tiga warga binaan Lapas Perempuan Palembang. Jika sebelumnya proses pembuatan tempe dilakukan secara manual dengan risiko gagal hingga 15 kilogram per produksi akibat cuaca dan perendaman tidak optimal, kini mereka mampu menghasilkan 25 kilogram tempe setiap hari secara higienis.

Hasil produksi tidak hanya mencukupi kebutuhan 510 warga binaan di dalam lapas, tetapi juga mulai dipasarkan ke luar dengan harga Rp12.000 per kilogram dan Rp5.000 per balok. Nidia, salah satu peserta program, mengaku kepercayaan dirinya perlahan pulih setelah berhasil menguasai keterampilan ini.

"Dulu kami sering gagal, tempe tidak jadi atau baunya tidak enak. Sekarang sudah jauh lebih baik. Kami jadi percaya diri, karena punya bekal untuk nanti setelah keluar," ujar Nidia.

Dari Mesin Penggiling hingga Rak Fermentasi

Dukungan peralatan dari Pertamina menjadi titik balik produksi tempe di lapas. Mesin penggiling, rak fermentasi, dan sealer plastik menggantikan metode tradisional yang rentan gagal. Pelatihan teknis yang diberikan juga memastikan proses produksi lebih teratur dan konsisten.

Selain keterampilan, para peserta mulai merasakan manfaat ekonomi. Meski belum besar, penghasilan dari penjualan tempe menjadi langkah awal menuju kemandirian finansial. Nidia mengaku bisa mengirimkan sedikit uang untuk keluarganya di luar lapas.

"Kami bisa kirim sedikit untuk anak di rumah. Rasanya senang, meski dari sini tetap bisa berarti. Nanti kalau sudah bebas, saya ingin buka usaha tempe sendiri," ungkap Nidia.

Bukan Hanya Tempe: Hidroponik, Bakery, dan Songket

Program pemberdayaan di Lapas Perempuan Palembang mencakup lebih dari sekadar produksi tempe. Pertamina juga mendukung budidaya hidroponik dengan 2.000 pot tanaman, unit bakery, serta kerajinan songket yang mengoperasikan sembilan alat tenun aktif. Sebanyak 69 warga binaan telah mengikuti pelatihan bersertifikat dari program ini.

Ke depan, kapasitas produksi tempe dan bakery akan terus ditingkatkan untuk memperluas akses pasar. Salah satu sasarannya adalah mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Palembang.

Komitmen Perusahaan pada Kesempatan Kedua

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memberdayakan masyarakat.

"Melalui TJSL, kami tidak hanya mendukung kebutuhan di dalam lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan bernilai ekonomi sebagai bekal untuk hidup mandiri. Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua," jelas Rusminto.

Program pemberdayaan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender dan Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen terus memberikan dampak jangka panjang bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.

Bagikan
Sumber: suarapublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks