Pencarian

34 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, 108 Kejadian Karhutla Sepanjang 2026, BPBD Siagakan Helikopter Bom Air

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:29:44 WIB
34 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, 108 Kejadian Karhutla Sepanjang 2026, BPBD Siagakan Helikopter Bom Air
titik panas terdeteksi di Sumatera Selatan pada Selasa pagi, didominasi Kabupaten Muara Enim.

PALEMBANG — Sepanjang periode 1 Januari hingga 1 Juni 2026, BPBD Sumatera Selatan mencatat 108 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luas terdampak mencapai 182,54 hektare. Angka ini dirilis bersamaan dengan temuan 34 hotspot pada Selasa pagi yang didominasi oleh Kabupaten Muara Enim.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebutkan bahwa Muara Enim menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak hari ini.

Sebaran 34 Hotspot dan Wilayah Rawan Karhutla

Berdasarkan data BPBD Sumsel, selain Muara Enim dengan 14 titik, titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain. Wilayah dengan kontribusi signifikan antara lain Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Meski BMKG memprakirakan cuaca cerah hingga cerah berawan pada pagi hari dan potensi hujan ringan di siang-sore hari, BPBD mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Sumsel masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran jika tidak diantisipasi dengan baik.

108 Kejadian Karhutla: Daerah dengan Luas Terdampak Terbesar

Dari total 108 kejadian karhutla sepanjang tahun ini, beberapa wilayah mencatat angka tinggi. Berikut rincian sebaran kejadian dan luas lahan terdampak:

  • Ogan Komering Ilir: 20 kejadian dengan luas 37,32 hektare
  • Musi Banyuasin: 18 kejadian dengan luas 30,56 hektare
  • Banyuasin: 16 kejadian dengan luas 25,80 hektare
  • Muara Enim: 14 kejadian dengan luas 22,45 hektare

Operasi Water Bombing dan Siaga Udara di Lanud SMB II

Tim gabungan telah melakukan berbagai langkah penanganan. Operasi water bombing atau bom air oleh Subsatgas Udara Sumsel digelar di sejumlah wilayah seperti Ogan Komering Ulu, Ogan Ilir, dan Penukal Abab Lematang Ilir. Hasil pemantauan menunjukkan titik-titik api yang terdeteksi berhasil dipadamkan.

Selain operasi udara, upaya pemadaman juga dilakukan di tingkat darat. BPBD Sumsel menyiagakan sarana udara di Lanud Sultan Mahmud Badaruddin II yang meliputi pesawat patroli Cessna, helikopter patroli, dan 2 helikopter pengebom air untuk mempercepat respons jika titik api kembali muncul.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks