SUMATERA SELATAN — Persaingan menuju babak semifinal Piala AFF U-19 2026 memasuki babak krusial. Hanya juara dari tiga grup yang lolos otomatis, sementara satu slot tersisa diperebutkan oleh tim runner up terbaik. Saat ini, tiga kandidat utama—Timnas Indonesia U-19, Malaysia, dan Kamboja—berada dalam posisi yang sama persis di klasemen sementara.
Poin dan Selisih Gol Identik, Perhitungan Kemenangan Disesuaikan
Setelah dua pertandingan fase grup, Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi enam poin dari dua kemenangan. Garuda Muda mencatatkan 6 gol tanpa kebobolan setelah mengalahkan Myanmar 3-0 dan Timor Leste 3-0. Malaysia lebih produktif dengan kemenangan 3-0 atas Singapura dan 4-0 atas Brunei Darussalam.
Namun, aturan khusus membuat perhitungan klasemen runner up tidak sederhana. Karena Grup C hanya berisi tiga tim, hasil melawan juru kunci di Grup A dan B otomatis dihapus. Artinya, kemenangan Indonesia atas Timor Leste dan Malaysia atas Brunei tidak diperhitungkan.
Alhasil, Indonesia, Malaysia, dan Kamboja—yang menang 3-0 atas Filipina—sama-sama mengantongi tiga poin. Selisih gol ketiganya pun identik, yakni +3. Situasi ini membuat laga pamungkas fase grup menjadi penentu nasib.
Laga Penentuan: Indonesia Vs Vietnam, Malaysia Vs Thailand
Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Vietnam pada laga pamungkas Grup A, Minggu (7/6). Kemenangan menjadi target utama Garuda. Dengan mengalahkan Vietnam, Indonesia otomatis menjadi juara Grup A dan melaju ke semifinal tanpa perlu menunggu hasil tim lain.
Malaysia juga berada di posisi serupa. Mereka akan bersua Thailand di Grup B pada Senin (8/6). Sementara itu, Kamboja akan berhadapan dengan Australia di Grup C. Ketiga laga ini akan menentukan siapa yang berhak lolos langsung sebagai juara grup, dan siapa yang harus bergantung pada perhitungan runner up terbaik.
Klasemen Runner Up Terbaik Piala AFF U-19 2026
- 1. Malaysia — 3 poin
- 2. Indonesia — 3 poin
- 3. Kamboja — 3 poin
Ketiga tim memiliki selisih gol +3. Dengan satu pertandingan tersisa, setiap hasil akan mengubah peta persaingan secara drastis. Indonesia tidak bisa tenang meski belum kebobolan sepanjang turnamen.