Pencarian

Densus 88 Bekali 1.200 Pelajar di Tiga Sekolah Palembang soal Pencegahan Radikalisme Sejak Masa Orientasi

Kamis, 16 Juli 2026 • 16:23:27 WIB
Densus 88 Bekali 1.200 Pelajar di Tiga Sekolah Palembang soal Pencegahan Radikalisme Sejak Masa Orientasi
Densus 88 memberikan pembekalan kepada 1.200 pelajar di tiga sekolah di Palembang mengenai pencegahan radikalisme sejak masa orientasi.

PALEMBANG — Polri melalui Satuan Tugas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 AT tidak hanya bergerak dalam ranah penindakan. Mereka kini masuk ke lingkungan sekolah untuk membekali pelajar dengan daya tangkal terhadap radikalisme, khususnya yang menyasar remaja melalui media sosial dan platform game online.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa pola rekrutmen kelompok radikal telah bergeser ke dunia maya. Anak-anak usia remaja menjadi sasaran empuk karena intensitas interaksi digital yang tinggi.

"Kita ingin membekali para siswa baru agar memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyebaran paham yang kini masif memanfaatkan ruang digital," ujarnya di Palembang, Kamis.

Empat Konsensus Negara dan Literasi Digital Jadi Bekal Utama

Edukasi dibuka di SMAN 10 Palembang pada Senin (13/7) dengan melibatkan 500 siswa baru. Narasumber Briptu Achmad Nur Rohman menekankan pentingnya kemampuan menyaring informasi—mulai dari mengenali situs web mencurigakan hingga akun-akun yang menyebarkan konten radikal.

Sehari berselang, kegiatan berlanjut di dua lokasi berbeda. Di SMPN 06 Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Briptu Nicolas Saputra memberikan pemaparan kepada 210 siswa. Fokusnya pada penguatan empat konsensus dasar negara serta kewaspadaan terhadap tren belajar agama secara instan lewat media sosial.

Di tempat yang sama, Brigpol Wahyu Ansori bersama Brigpol Putra Yesa membekali sekitar 500 siswa SMKN 1 Palembang. Mereka menjelaskan tahapan radikalisme yang kerap dimulai dari sikap intoleransi. Pancasila ditekankan sebagai benteng utama dalam kehidupan berbangsa.

Kolaborasi Tiga Pilar: Polisi, Sekolah, dan Orang Tua

Densus 88 tidak hanya menyasar siswa. Pihaknya juga mengingatkan peran aktif orang tua dan pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

"Kolaborasi antara aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan orang tua sangat krusial," kata Nandang.

Ia berharap pembekalan sejak hari pertama masuk sekolah ini mampu menjaga lingkungan pendidikan di Sumsel tetap aman, toleran, serta bersih dari pengaruh paham ekstremisme yang bertentangan dengan Pancasila.

Rangkaian sosialisasi di tiga sekolah tersebut berlangsung interaktif. Para kepala sekolah dan jajaran dewan guru turut mendampingi jalannya aktivitas edukasi itu.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks