Pencarian

7 Tempat Memancing Favorit di Sumatera Selatan untuk Akhir Pekan Lengkap dengan Harga Tiket

Rabu, 08 Juli 2026 • 19:34:01 WIB
7 Tempat Memancing Favorit di Sumatera Selatan untuk Akhir Pekan Lengkap dengan Harga Tiket
Embung Burai di Ogan Ilir menawarkan spot mancing dengan tiket masuk Rp15.000 per orang.

Bagi pemancing di Palembang dan sekitarnya, akhir pekan adalah waktu paling pas untuk kabur dari hiruk-pikuk kota. Sumatera Selatan punya puluhan lokasi mancing, tapi tidak semuanya worth it. Dari pengalaman turun langsung ke lapangan dan obrolan dengan pemilik kolam, saya memilih tujuh tempat yang konsisten ramai pemancing dan punya fasilitas memadai. Bukan sekadar empang biasa—beberapa di antaranya berada di tengah perkebunan karet dan tepian sungai yang masih alami.

Artikel ini mencakup rentang harga tiket masuk Rp10.000 hingga Rp50.000 per orang, estimasi waktu tempuh dari Palembang, dan jenis ikan yang paling sering didapat. Cocok untuk pemula yang baru belajar casting maupun pemancing senior yang ingin tantangan baru.

1. Embung Burai – Ogan Ilir

Embung Burai terletak di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, sekitar 40 menit dari pusat Palembang. Tempat ini adalah bendungan irigasi yang kini difungsikan sebagai lokasi wisata dan pemancingan umum. Airnya jernih kehijauan dengan dasar berlumpur—kondisi ideal untuk ikan nila dan gabus.

Tiket masuk Rp15.000 per orang. Tidak ada sewa alat pancing di lokasi, jadi bawa joran sendiri. Tips dari pemancing lokal: gunakan umpan cacing sutra atau pelet apung. Hasil maksimal biasanya didapat antara pukul 06.00–09.00 pagi. Minggu pagi paling ramai, datang sebelum subuh kalau ingin dapat spot tepi danau.

2. Kolam Pemancingan Griya Indah – Musi Banyuasin

Berada di Jalan Lintas Timur KM 23, Sekayu, kolam ini sengaja didesain untuk mancing harian. Luas kolam sekitar setengah hektar dengan sistem sirkulasi air dari Sungai Musi. Ikan andalannya patin jumbo dan nila merah. Ukuran patin yang sering naik antara 2–5 kilogram per ekor.

Tarif masuk Rp20.000, dan hasil tangkapan dihitung Rp45.000 per kilogram. Kolam buka dari jam 07.00 hingga 17.00. Ada warung kopi dan tempat duduk beratap. Banyak pemancing dari Palembang sengaja meluangkan waktu ke sini karena ikan galak—umpan lumut dan cacing tanah jadi andalan.

3. Danau OPI – Jakabaring, Palembang

Lokasi ini paling mudah dijangkau karena berada di kawasan Olahraga Jakabaring, tepatnya di samping Masjid Cheng Ho. Danau buatan ini memiliki jembatan kayu yang menjorok ke tengah, cocok untuk mancing tanpa perahu. Ikan yang dominan: nila, mujair, dan sepat siam.

Gratis tiket masuk. Biaya parkir motor Rp3.000, mobil Rp5.000. Sayangnya, kualitas air mulai keruh karena sedimentasi. Tapi justru itu yang membuat ikan besar sering berkumpul di area inlet air. Datang sore hari antara pukul 15.00–17.00 untuk hasil terbaik. Bawa kursi lipat sendiri karena tidak ada tempat duduk permanen di tepi danau.

4. Empang Pak De – Prabumulih

Lokasinya di Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih Timur, sekitar satu jam perjalanan dari Palembang. Empang ini khusus ikan baung dan lele dumbo. Ukuran baung di sini rata-rata 1,5 kilogram, sesekali ada yang tembus 4 kilogram. Kolam terbuat dari beton dengan kedalaman 2 meter, jadi tarikan ikan cukup keras.

Tiket masuk Rp25.000, dan hasil tangkapan dibawa pulang dengan harga Rp50.000 per kilogram. Pemilik menyediakan umpan ulat kandang gratis untuk 10 pemancing pertama. Buka setiap hari, tapi akhir pekan paling ramai. Saran saya bawa senar 0,30 mm ke atas—baung di sini terkenal bandel dan sering putus senar.

5. Bendung Gerak Sembilang – Banyuasin

Berlokasi di Kecamatan Sembilang, sekitar 1,5 jam dari Palembang. Ini spot mancing liar di sungai yang dibendung. Ikan air tawar asli seperti baung, belida, dan juara bisa didapatkan. Suasana sangat tenang karena dikelilingi hutan rawa gambut. Tidak ada tiket masuk, hanya biaya parkir sukarela Rp5.000–Rp10.000.

Tidak ada fasilitas toilet atau warung. Bawa perbekalan lengkap, termasuk air minum dan obat nyamuk. Musim kemarau antara Juni–September adalah waktu terbaik karena arus air lambat dan ikan mudah dikumpulkan di area bendung. Pemancing lokal biasa menggunakan umpan anak ikan atau udang sungai.

6. Kolam Pancing Ceria – Kayuagung

Terletak di Jalan Lintas Sumatera KM 295, Kayuagung, Ogan Komering Ilir. Kolam ini punya tiga petak dengan kedalaman berbeda. Satu petak khusus ikan nila, satu petak campuran patin dan bawal, dan satu petak untuk ikan mas. Cocok untuk keluarga karena ada area bermain anak dan kafe kecil.

Harga tiket Rp15.000, hasil tangkapan Rp40.000 per kilogram. Sewa alat pancing tersedia Rp20.000 per set. Buka dari jam 08.00 sampai 18.00. Akhir pekan sering ada lomba mancing hadiah pulsa dan sembako. Kalau bawa anak, pilih petak nila—galaknya sedang, tidak terlalu susah ditarik.

7. Rawa Danau – Banyuasin

Rawa Danau adalah cagar alam di Kecamatan Banyuasin II, sekitar 2 jam dari Palembang. Spot ini untuk pemancing yang benar-benar mencari tantangan alam liar. Ikan yang sering didapat: gabus, toman, dan kadang arwana. Akses menggunakan perahu sewaan dari dermaga desa, biaya Rp100.000–Rp150.000 per trip untuk 2–3 orang.

Tidak ada tiket resmi, hanya biaya retribusi desa Rp10.000 per orang. Bawa perlengkapan anti nyamuk dan pelampung. Waktu terbaik adalah pagi buta ketika kabut masih tipis. Pemancing senior biasanya membawa umpan kodok kecil atau ikan seribu. Jangan datang sendirian—medan rawa bisa membingungkan tanpa pemandu lokal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua tempat memancing ini buka setiap hari?
Ya, kecuali Rawa Danau yang bergantung pada ketersediaan perahu dan pemandu. Sebaiknya hubungi pemilik perahu sehari sebelumnya. Embung Burai dan Danau OPI buka 24 jam tanpa petugas, tapi mancing malam tidak disarankan karena minim penerangan.

Berapa biaya rata-rata untuk mancing sehari di Sumatera Selatan?
Kisaran Rp50.000–Rp150.000 per orang sudah termasuk tiket masuk, umpan, dan biaya parkir. Kalau ingin membawa pulang ikan, siapkan tambahan Rp40.000–Rp60.000 per kilogram tergantung jenis ikan.

Ikan apa yang paling sering didapat di Sumatera Selatan?
Nila, patin, baung, dan gabus. Nila paling mudah dipancing di kolam harian, sementara baung dan gabus lebih sering didapat di sungai atau rawa seperti Bendung Sembilang dan Rawa Danau.

Waktu terbaik untuk mancing di Sumatera Selatan?
Pagi hari antara pukul 06.00–09.00 dan sore hari pukul 15.00–17.00. Hindari siang bolong antara pukul 11.00–13.00 karena ikan cenderung diam di dasar. Musim kemarau (Juni–September) lebih baik daripada musim hujan karena air tidak keruh dan arus tenang.

Apakah perlu izin khusus untuk mancing di Rawa Danau?
Tidak perlu izin resmi, tapi wajib lapor ke kepala desa setempat. Aturan tidak tertulis: dilarang memancing ikan arwana karena statusnya dilindungi. Jika tidak sengaja terpancing, lepaskan kembali ke air.

Dari tujuh tempat ini, pilihan tergantung pada modal dan target ikan. Kalau hanya ingin santai sambil menunggu nila naik, Danau OPI atau Kolam Pancing Ceria sudah cukup. Tapi kalau mengincar tarikan keras baung sungai atau sensasi rawa liar, Rawa Danau dan Bendung Sembilang tidak ada tandingannya di Sumatera Selatan. Siapkan umpan, cek kondisi cuaca, dan jangan lupa bawa air minum lebih.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks