PALEMBANG — Pergerakan harga pangan di Sumatera Selatan pada Rabu (8/7/2026) menunjukkan tren penurunan pada hampir setengah komoditas yang dipantau. Dari 16 bahan pokok yang dipantau SP2KP Kemendag pukul 17.38 WIB, tercatat tujuh komoditas turun, satu naik, dan delapan lainnya stagnan.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah. Daging ayam ras turun 0,48 persen menjadi Rp32.490 per kg, disusul bawang merah yang turun 0,35 persen ke Rp38.471 per kg. Bawang putih honan dan cabai merah besar masing-masing turun 0,29 persen dan 0,23 persen. Gula pasir curah dan telur ayam ras juga melemah meski tipis.
Harga Cabai Merah Keriting Satu-satunya yang Naik
Di tengah laju penurunan harga, cabai merah keriting justru menjadi satu-satunya komoditas yang mencatat kenaikan. Harganya naik Rp187 atau 0,43 persen menjadi Rp43.760 per kg. Kenaikan ini terbilang moderat dan belum mengubah posisi cabai merah keriting sebagai komoditas yang lebih murah dibandingkan cabai rawit merah.
Harga Beras dan Daging Sapi Masih Stabil
Beberapa bahan pangan pokok lainnya terpantau tidak bergerak. Harga beras premium dan medium masih bertahan di Rp14.645 per kg dan Rp13.042 per kg. Daging sapi paha belakang tetap di angka Rp138.438 per kg, sama seperti harga minyak goreng sawit kemasan premium, minyak curah, dan Minyakita. Tepung terigu serta kedelai impor juga tak berubah.
Stabilitas harga-harga ini menjadi indikasi bahwa pasokan komoditas pangan di Sumatera Selatan masih terjaga. Meski ada fluktuasi harian pada komoditas tertentu, secara umum tekanan harga belum menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan bagi daya beli masyarakat.