SUMATERA SELATAN — Perbaikan drastis terjadi hanya dalam rentang waktu kurang dari empat jam. Pada FP1, Veda mencatat waktu 1 menit 27,456 detik. Namun, saat sesi practice bergulir, ia mampu memangkas hampir dua detik dan menjadi yang tercepat.
Diskusi Singkat Bersama Tim Jadi Kunci Perubahan
Veda mengaku hasil tersebut tak lepas dari evaluasi cepat bersama krunya. "Setelah FP1 kami berdiskusi dengan tim dan kami berusaha untuk memperbaiki hal-hal mana saja saya masih bisa diperbaiki," ujarnya dalam wawancara yang disiarkan situs MotoGP.
Pembalap 17 tahun itu kemudian mendapat setelan motor yang lebih sesuai. "Di sesi practice saya dapat setelan motor yang lebih baik dan saya lebih nyaman, lebih percaya diri. Ya itu sesi yang bagus, saya sangat senang," kata Veda melanjutkan.
Catatan Waktu Tahun Lalu Masih Jauh di Depan
Meski puas dengan posisi teratas, Veda tak ingin cepat berpuas diri. Ia justru menyoroti data dari musim lalu yang menunjukkan masih ada pekerjaan rumah besar.
"Tapi catatan waktu tahun lalu lebih bagus, masih lebih cepat satu detik jadi itu berarti kami masih harus bekerja pada esok hari karena kami ingin lebih baik lagi," tegas Veda.
Pembalap kelahiran 2009 itu menambahkan bahwa trek di Jerman bukan lintasan yang mudah. Ia berencana mempelajari data rekan setimnya, Taiyo Furusato, yang tampil musim lalu untuk mencari celah perbaikan.
Target: Konsisten dan Terus Naik Kelas
"Banyak hal yang kami bisa benahi karena trek ini bukan trek yang mudah. Biasanya juga kami mengecek data dan dari situ kami akan tahu hal yang harus diperbaiki karena kami mendapat data yang bagus dari Taiyo musim lalu," tutup Veda.
Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi Veda yang merupakan juara Asia Talent Cup 2023. Dengan pendekatan analitis dan kerja sama tim yang solid, ia berpeluang besar untuk kembali bersaing di barisan depan pada sesi kualifikasi dan balapan utama nanti.