Pencarian

GM Recall 6.2L V8 Bermasalah, Ribuan Mesin Gagal Lagi Setelah Perbaikan

Rabu, 26 Agustus 2026 • 12:01:02 WIB
GM Recall 6.2L V8 Bermasalah, Ribuan Mesin Gagal Lagi Setelah Perbaikan
NHTSA memperluas investigasi terhadap 997.743 mesin L87 V8 milik GM menyusul laporan kegagalan mesin pasca-recall.

SUMATERA SELATAN — Kegagalan recall ini menjadi sorotan tajam di industri otomotif Amerika Serikat. Alih-alih menyelesaikan masalah, program perbaikan yang dicanangkan GM untuk mesin L87 V8 justru dipertanyakan efektivitasnya. NHTSA kini membuka tahap Engineering Analysis, langkah yang biasanya menjadi pendahulu sebelum keputusan recall tambahan atau sanksi resmi dijatuhkan.

Investigasi ini berawal dari recall besar-besaran yang dilakukan GM pada 2024. Saat itu, pabrikan asal Detroit ini menarik hampir 600.000 unit kendaraan karena dugaan cacat produksi pada poros engkol (crankshaft) dan batang piston (connecting rod) yang menyebabkan mesin mati total di tengah jalan.

Mesin Gagal Total Setelah Inspeksi Dinyatakan Lolos

Model yang terdampak meliputi jajaran andalan seperti Chevrolet Silverado 1500, Suburban, Tahoe, GMC Sierra 1500, Yukon, hingga Cadillac Escalade. Prosedur perbaikannya pun terbilang tidak biasa. Untuk mesin yang lolos inspeksi awal, GM tidak serta-merta mengganti komponen, melainkan mengubah spesifikasi oli mesin dari 0W-20 menjadi 0W-40 yang lebih kental.

Perubahan spesifikasi oli ini juga dibarengi dengan pemasangan filter oli baru, tutup pengisi oli berlabel 0W-40, serta pembaruan buku manual kendaraan. Logikanya, oli yang lebih kental dianggap mampu melindungi bearing mesin dari risiko kerusakan akibat cacat manufaktur yang tidak terdeteksi.

Angka Kegagalan Baru: 26 Mesin Pengganti Ikut Rusak

Namun, data terbaru NHTSA menunjukkan skema tersebut tidak berjalan mulus. Dari total 499 laporan kegagalan mesin pasca-recall, 473 di antaranya terjadi pada unit yang sudah mengganti oli ke spesifikasi 0W-40. Yang lebih mengkhawatirkan, 26 laporan lainnya datang dari mesin pengganti yang seharusnya bebas cacat.

Mesin pengganti tersebut diproduksi setelah periode recall yang ditetapkan, yaitu antara 1 Maret 2021 hingga 31 Mei 2024. Fakta bahwa mesin baru ini mengalami kegagalan dengan pola yang sama menandakan bahwa masalah mendasar mungkin tidak terselesaikan. Selain itu, ada 191 laporan kegagalan tambahan pada mesin yang diproduksi setelah batas akhir recall tersebut.

Investigasi Diperluas ke Hampir Satu Juta Unit

Melihat pola kegagalan yang meluas, NHTSA memutuskan untuk memperluas cakupan penyelidikan. Engineering Analysis yang sebelumnya hanya fokus pada mesin yang ditarik, kini mencakup seluruh mesin L87 hingga tahun produksi 2026. Total unit yang masuk dalam pengawasan ketat ini mencapai 997.743 mesin.

Bagi pemilik kendaraan GM di Indonesia yang menggunakan mesin serupa, kabar ini patut menjadi perhatian. Meskipun model seperti Silverado dan Tahoe bukan penjualan massal di pasar lokal, komunitas pengguna mobil Amerika Serikat cukup aktif. Jika NHTSA akhirnya mengeluarkan recall tambahan, pemilik kendaraan di Indonesia yang mengimpor unit secara mandiri (direct import) perlu mengecek status VIN mereka.

Hingga saat ini, GM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah perbaikan lanjutan. Spekulasi di kalangan pemilik mengarah pada permintaan agar GM menggunakan oli yang lebih kental lagi atau melakukan penggantian mesin secara menyeluruh. Keputusan akhir kini ada di tangan regulator dan pabrikan, dengan tekanan publik yang semakin besar untuk memberikan solusi permanen bagi masalah yang tampaknya belum tuntas ini.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks