PALEMBANG — Sejarah tokoh pahlawan dari Sumatera Selatan tidak hanya hadir sebagai nama yang dihafal menjelang ujian. Di baliknya tersimpan perang, pergulatan politik, pengasingan, pengorbanan keluarga, hingga usaha mempertahankan martabat masyarakat di tengah tekanan kolonial. Jejaknya masih dapat ditemukan di museum, makam, bangunan bersejarah, nama jalan, hingga fasilitas publik yang tersebar di Palembang.
Kawasan Sumatera Selatan memiliki lapisan sejarah panjang. Sebelum masa perlawanan terhadap kolonialisme, wilayah ini menjadi ruang penting bagi Kesultanan Palembang Darussalam dan berkaitan dengan perkembangan peradaban Sriwijaya. Kepahlawanan di Sumsel tumbuh dari perubahan politik, perdagangan, agama, dan relasi kekuasaan yang berlangsung berabad-abad—tidak berdiri sendiri.
Dua nama paling kuat dikaitkan dengan status Pahlawan Nasional asal Sumsel adalah Sultan Mahmud Badaruddin II dan Mayjen TNI dr. Adnan Kapau Gani (A.K. Gani). Sumber-sumber lain juga menyebut sejumlah tokoh perjuangan berjasa besar, tetapi status dan konteksnya perlu dibedakan dari gelar formal.
Siapa yang perlu warga kenal dari dua pahlawan nasional ini?
Sultan Mahmud Badaruddin II, dengan nama lahir Raden Muhammad Hasan Pangeran Ratu, memimpin perlawanan Kesultanan Palembang Darussalam terhadap kekuatan kolonial pada awal abad ke-19. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mencatat ia berkuasa mulai 12 April 1804 hingga diasingkan Belanda pada 1 Juli 1821. Perjuangannya berlangsung di tengah perebutan pengaruh politik dan ekonomi antara Kesultanan Palembang, Inggris, Belanda, serta kekuatan lokal—bukan sekadar pertempuran terbuka.
Kemenangan pasukannya pada 1819 tidak lepas dari kondisi geografis Palembang yang memiliki rawa, hutan, dataran tinggi, dan jaringan sungai. Setelah Belanda menekan kekuasaan Kesultanan, ia dibuang ke Ternate. Dokumen sejarah dari repositori pemerintah menjelaskan bahwa pengasingan menjadi indikasi kuat bahwa pemerintah kolonial memandang Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai figur berbahaya.
Siapa A.K. Gani dan apa dampaknya bagi Sumsel?
A.K. Gani