PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menilai keberadaan anak sungai perlu dijaga karena berperan penting bagi lingkungan sekaligus menjadi bagian dari sejarah dan identitas Kota Palembang. Pemerintah kota menyoroti penyusutan jumlah aliran yang tersisa 114 dari sebelumnya lebih dari 700 anak sungai.
Ratu Dewa menyampaikan hal itu saat membuka seminar bertema Lestarikan 114 Sungai di Kota Palembang. Forum tersebut digelar di Ruang Rapat Parameswara, Sekretariat Daerah Palembang.
Anak Sungai Dinilai Bagian dari Identitas Kota
Menurut Ratu Dewa, keberadaan sungai tidak hanya berkaitan dengan sejarah Palembang yang dikenal sebagai Venesia dari Timur. Aliran sungai juga berperan dalam mendukung sistem aliran air perkotaan.
"Ternyata dari 700 sekian anak sungai yang ada, tersisa 114. Maka ini harus kita rawat," ujar Ratu Dewa.
Berkurangnya jumlah aliran sungai dan terganggunya fungsi aliran disebut menjadi tantangan dalam pengelolaan air. Salah satu dampak yang disorot adalah upaya mengurangi genangan di sejumlah wilayah.
"Kalau kita merawat sungai, insyaallah bisa kita minimalisir genangan-genangan air yang masih ada di titik-titik di Kota Palembang," katanya.
Pemkot Gandeng KAWALI dan Sejarawan
Pemkot Palembang menggandeng Komunitas Wartawan Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI) serta sejarawan sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya, Kemas A.R. Panji. Kolaborasi itu diharapkan memberi masukan dari akademisi, sejarawan, seniman, hingga insan pers.
Ratu Dewa menegaskan, anak sungai bukan sekadar saluran air. Menurutnya, aliran sungai merupakan bagian dari warisan sejarah dan budaya yang membentuk karakter Kota Palembang.
"Untuk itu, seminar ini kita ingin mendapatkan pengayaan, masukan dari semua stakeholder yang ada di Palembang. Baik akademisi, sejarawan, seniman, teman-teman pers, silakan memberikan masukan sebanyak-banyaknya sehingga kami bisa mengambil sebuah kebijakan," jelasnya.
Revitalisasi Mulai dari Kalidoni hingga Simpang Polda
Selain mendorong pelestarian, Pemkot Palembang menyiapkan program revitalisasi anak sungai. Program itu bertujuan mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mendukung penanganan genangan.
Dalam waktu dekat, pemerintah kota akan menjalankan program yang mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan tanggul dan pompa air, terutama untuk menangani genangan di Kecamatan Kalidoni dan Sukarami, termasuk kawasan Simpang Polda.
"Kemarin sudah ada bantuan dari Kementerian PU, insyaallah ini sudah berjalan. Kalau ini benar-benar terwujud, maka kita meminimalisir genangan air yang ada," ungkapnya.
Pemkot Palembang juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam penanganan sungai melalui pelebaran dan pengerukan. Langkah itu diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air dan membantu mengurangi genangan, khususnya di kawasan Simpang Polda.
Ratu Dewa menyebut pekerjaan di kawasan tersebut telah mulai berjalan dan kontraknya sudah berlangsung. Penyusutan jumlah anak sungai dari lebih dari 700 menjadi 114 menjadi tantangan bagi Palembang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan identitasnya sebagai kota yang tumbuh bersama sungai.