SUMATERA SELATAN — Laga pekan pertama selalu menyimpan cerita tersendiri. Persebaya tak hanya berhadapan dengan atmosfer kandang Bhayangkara FC, tetapi juga dengan skuad yang tengah bersemangat di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Oscar Bruzon.
Bernardo Tavares tak mau meremehkan lawan. Menurutnya, Bhayangkara FC tetap menjadi tim solid meski berganti arsitek.
"Mereka punya pelatih baru dengan ide segar, tapi skuadnya tetap dihuni pemain-pemain penting yang dipertahankan. Ditambah sejumlah rekrutan anyar, kekuatan mereka jelas tak bisa dipandang sebelah mata," ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.
Beban Sejarah di Laga Pembuka
Ada satu pekerjaan rumah yang menghantui Bajul Ijo saat bermain di kandang lawan pada pertandingan pertama. Catatan empat musim terakhir menunjukkan tren kurang menggembirakan: tiga kekalahan dan hanya satu kemenangan yang mampu diraih.
Data ini menjadi bahan evaluasi tersendiri bagi tim pelatih. Tavares dituntut mencari formula tepat agar anak asuhnya bisa tampil percaya diri sejak menit awal dan tidak mengulang kesalahan serupa.
Tekanan psikologis ini yang coba dijawab dengan persiapan matang selama masa pramusim.
Kunci Laga: Mental dan Transisi
Pertandingan tandang di pekan pembuka kerap menentukan ritme permainan tim di laga-laga berikutnya. Kegagalan meraih poin penuh bisa mempengaruhi kepercayaan diri pemain muda yang baru bergabung.
Persebaya sendiri diprediksi akan mengandalkan transisi cepat untuk menembus pertahanan Bhayangkara FC. Sementara tuan rumah dipastikan tampil agresif untuk memuaskan pendukungnya di kandang sendiri.
Duel taktik antara Tavares dan Bruzon akan menjadi sajian menarik. Keduanya dikenal sebagai pelatih yang gemar membangun permainan dari bawah.
Laga ini juga menjadi ujian awal konsistensi Persebaya dalam perburuan gelar musim ini. Hasil positif di markas lawan akan menjadi pernyataan serius bahwa mereka siap bersaing di papan atas.
Apakah Persebaya mampu memecah kebuntuan rekor buruk tersebut? Jawabannya akan terungkap di lapangan nanti.