PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka sambutannya di Simposium Indonesian Society of Intensive Care Medicine (ISICM) 2026 dengan satu pesan utama: layanan kesehatan harus merata sampai ke desa dan daerah, bukan hanya terpusat di kota. Kegiatan yang digelar Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) itu berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, 9–13 September 2026.
Menurut Herman Deru, tantangan tenaga kesehatan kini jauh lebih berat. Tuntutan masyarakat meningkat, sementara akses informasi lewat telepon pintar membuat warga lebih vokal menilai pelayanan.
Layar Android dan Tuntutan Warga yang Berubah
Herman Deru menyebut kemajuan teknologi informasi mengubah cara masyarakat berhadapan dengan tenaga medis. Ia menggambarkannya dengan lugas di depan peserta simposium.
"Sekarang masyarakat memiliki senjata ampuh berupa layar handphone Android. Dari situ dia bisa menjadi penuntut, bisa menjadi hakim, bahkan bisa menjadi jurnalis," ujar Herman Deru.
Konsekuensinya, dokter dan tenaga kesehatan tidak cukup hanya menguasai kompetensi medis. Mereka juga dituntut memahami dinamika sosial dan ekspektasi masyarakat yang beragam.
"Tuntutan masyarakat begitu beragam. Kadang sudah sulit membedakan mana hak dan kewajiban, sehingga sering terjadi kontroversi di lapangan," katanya.
Karakteristik Sumsel: Mayoritas Warga di Daerah dan Desa
Herman Deru menjelaskan, jika wilayah Sumatera Selatan dibagi antara kawasan perkotaan dan daerah, sebagian besar masyarakatnya masih tinggal di wilayah daerah dan desa. Kondisi itu membuat pemerataan fasilitas kesehatan jadi persoalan mendesak.
Ia menyoroti perkembangan alat kesehatan yang berjalan cepat, sementara kemampuan fiskal tiap daerah berbeda-beda. Ada daerah yang sanggup menyediakan peralatan sesuai anggaran, ada pula yang masih terbatas.
"Keahlian yang Bapak-Ibu perjuangkan di bangku sekolah maupun melalui pengalaman kerja, untuk menerapkannya tentu membutuhkan alat yang memadai. Sementara kemampuan pemerintah dalam menyediakan alat itu juga beragam," jelasnya.
Akibatnya, kompetensi dokter dan tenaga kesehatan belum selalu bisa dioptimalkan karena sarana dan prasarana yang tidak memadai.
Bantuan Pusat dan Peran Swasta Jadi Kunci
Untuk menutup kesenjangan itu, Herman Deru menilai dukungan pemerintah pusat melalui bantuan alat kesehatan untuk rumah sakit pemerintah tetap penting. Namun, di tengah keterbatasan fiskal, keterlibatan sektor swasta dinilai tak bisa dihindari.
"Yang terpenting bagaimana kita melibatkan peran swasta dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dengan keterbatasan fiskal pemerintah, sejujurnya kita membutuhkan peran swasta," tegasnya.
Pesan untuk Dokter Spesialis: Pulanglah ke Daerah
Di hadapan para dokter yang hadir, Herman Deru mengajak tenaga medis tidak melupakan daerah sebagai tempat pengabdian. Kebutuhan dokter spesialis, katanya, tidak hanya ada di Pulau Jawa.
Ia mengaku kerap mendorong dokter umum yang hendak melanjutkan pendidikan spesialis agar kembali ke daerah setelah lulus.
"Saya sering sampaikan kepada dokter umum yang ingin mengambil spesialis, kalau sudah tamat pulanglah ke daerah, ke tempat pengabdian awal. Banyak yang terjadi, keluar daerah bahkan ke luar negeri, enggan pulang," ujarnya.
Kehadiran dokter spesialis di daerah, lanjutnya, sangat dinantikan untuk memperkecil kesenjangan layanan antara masyarakat di daerah dan di pusat perkotaan.
"Justru pengabdian Bapak-Ibu di daerah kami nantikan untuk dapat menyetarakan layanan yang didapat oleh masyarakat," katanya.
Harapan Rekomendasi dari Simposium
Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan simposium sebagai ruang memperkuat silaturahmi sekaligus bertukar ilmu dan pengalaman antartenaga medis. Ia berharap forum itu tidak berhenti sebagai kegiatan ilmiah semata.
"Saya berharap simposium atau pertemuan tahunan ini dapat menghasilkan produk rekomendasi, baik untuk internal organisasi maupun rekomendasi yang bisa dikaitkan dengan faktor eksternal," katanya.
Menurutnya, forum seperti ini penting untuk mempertemukan dokter berkompetensi tinggi, termasuk para dokter konsultan, dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
"Di sini berkumpul dokter-dokter hebat yang sudah teruji, rata-rata konsultan. Persiapannya adalah pemerataan," ujar Herman Deru.
Kegiatan di Palembang tersebut diikuti sekitar ratusan peserta dan menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk narasumber dari kalangan profesi kedokteran.