PALEMBANG — Kerusakan infrastruktur kelistrikan akibat kebakaran lahan di Jalan Tanjung Api-Api bukan sekadar gangguan teknis. Petugas PLN harus bekerja di tengah sisa bara, asap, dan lingkungan yang belum sepenuhnya aman untuk memastikan pasokan listrik ke masyarakat tidak terganggu.
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang bersama Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sukarami bergerak setelah menerima informasi kebakaran. Pemeriksaan awal dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan memastikan kondisi jaringan tetap aman sebelum perbaikan dimulai.
Kabel Tanah di Dua Titik Industri Jadi Sasaran Perbaikan
Sasaran perbaikan adalah kabel tanah PLN yang berada di ruas Jalan Tanjung Api-Api, tepatnya pada jalur antara PT Sriwijaya Alam Segar (SAS) hingga PT Mulya Steel. Kedua titik itu merupakan area industri yang aktivitasnya bergantung pada keandalan listrik.
Perbaikan dilakukan dengan menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Petugas tidak bisa langsung masuk begitu saja karena masih ada potensi bara api, asap, dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman.
Mengapa Karhutla di Dekat Jaringan Listrik Jadi Perhatian Serius
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menyebut karhutla di dekat jaringan listrik menimbulkan dampak berlapis. Bukan hanya aset PLN yang terancam, tetapi juga keselamatan petugas dan keberlangsungan pelayanan bagi pelanggan.
"Ketika api mendekati jaringan listrik, yang terdampak bukan hanya aset PLN. Ada pelayanan masyarakat yang harus kami jaga, ada petugas yang harus masuk ke lokasi dengan risiko keselamatan yang lebih tinggi, dan ada aktivitas pelanggan yang bergantung pada keandalan listrik. Karena itu, pencegahan karhutla sesungguhnya merupakan kepentingan kita bersama," ujar Diksi.
Keselamatan Petugas dan Pasokan Listrik Warga Jadi Prioritas
Diksi menegaskan PLN berupaya memastikan setiap gangguan akibat kondisi eksternal ditangani secepat mungkin. Keselamatan tetap ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap penanganan.
"Kami memahami listrik menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat. Karena itu, ketika infrastruktur kami terdampak, petugas segera bergerak melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Namun, kami juga berharap kejadian seperti ini dapat kita cegah bersama. Menjaga lahan dari kebakaran berarti ikut menjaga keselamatan, lingkungan, dan pasokan listrik untuk masyarakat," lanjutnya.
Pencegahan Karhutla Diminta Jadi Perhatian Bersama
PLN mengingatkan bahwa menjaga lahan dari kebakaran bukan hanya tanggung jawab perusahaan kelistrikan. Warga dan pelaku usaha di sekitar jaringan listrik diminta ikut mencegah munculnya titik api yang bisa merembet ke infrastruktur.
Perbaikan kabel tanah di ruas Tanjung Api-Api sudah dilakukan. PLN memastikan pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga sepanjang proses penanganan berlangsung.