Pencarian

Mantri BRI Kayu Agung Layani Ratusan Debitur Sawit dan Karet di 3 Desa OKI, Tempuh Jalan Berlumpur

Selasa, 29 September 2026 • 10:46:01 WIB
Mantri BRI Kayu Agung Layani Ratusan Debitur Sawit dan Karet di 3 Desa OKI, Tempuh Jalan Berlumpur
Mantri BRI Unit Sumber Hidup, Alifia, melayani debitur perkebunan sawit dan karet di tiga desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.

KAYU AGUNG — Perjalanan menemui nasabah di pelosok Ogan Komering Ilir tidak selalu mulus. Alifia merupakan Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung. Sebagian besar debitur yang dilayaninya menggantungkan usaha dari kebun kelapa sawit dan karet, sisanya berjualan sembako serta usaha manisan.

Alasan Memilih Jadi Mantri di Wilayah Perdesaan

Alifia menyebut keputusannya bergabung dengan BRI berangkat dari keinginan berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di Sumatera Selatan.

"BRI memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke pelosok, sehingga profesi Mantri memberikan saya ruang untuk menjadi jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan permodalan," ujar Alifia.

Modus Pendekatan: Naik Motor, Temui Debitur di Rumah dan Kebun

Dengan sepeda motor, Alifia menyusuri jalan antardesa untuk menemui para debitur di rumah maupun kebun mereka. Ia berbincang soal perkembangan usaha, mendengarkan kendala yang dihadapi, sekaligus melihat langsung aktivitas di kebun sawit dan karet.

Alifia menilai membangun kepercayaan masyarakat desa butuh pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal.

"Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka," ungkapnya.

KUR dan Kupedes Jadi Solusi Pembiayaan Petani

Kedekatan dengan warga membantunya menawarkan solusi pembiayaan yang sesuai kondisi usaha. Fasilitas yang disalurkan mencakup KUR dan Kupedes untuk kebutuhan modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan.

Saat jalan menuju lokasi sulit dilalui, Alifia lebih dulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani setempat. Langkah itu memastikan keberadaan debitur sebelum ia turun ke lapangan.

Pelajaran dari Ratusan Berkas Kredit yang Disetujui

Pengalaman lapangan membuat Alifia memaknai pekerjaannya dari sisi yang lebih personal. Berbagai pertemuan dengan masyarakat dan tantangan selama bertugas membentuk cara pandangnya.

"Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai," ujar Alifia.

BRI Sebut Kedekatan Mantri Jadi Kekuatan Inklusi Keuangan

BOH BRI BO Kayu Agung Whendrawan Nusatyo Adi menilai kisah Alifia menunjukkan peran Mantri BRI yang dekat dengan kehidupan masyarakat perdesaan.

"Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan BRI untuk memperluas inklusi keuangan melalui layanan dan pembiayaan yang relevan, sekaligus memastikan kehadiran BRI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah," pungkas Whendrawan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indomerdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks