PALEMBANG — Vaksinasi rabies gratis yang digelar Karantina Sumatera Selatan pada Senin dan Selasa, 28–29 September, baru menjangkau sebagian kecil dari kuota yang disiapkan. Selain suntikan vaksin, pemilik hewan mendapat edukasi kesehatan hewan dan konsultasi gratis bersama dokter hewan.
Materi edukasi mencakup pentingnya vaksinasi rabies rutin, cara memelihara kesehatan hewan, serta langkah mengurangi risiko penularan rabies dari hewan ke manusia. Layanan masih tersedia dua hari ke depan selama stok dosis memadai.
Rangkaian Hari Karantina dan World Rabies Day
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Karantina Indonesia Ke-149 dan HUT Ke-3 Badan Karantina Indonesia, sekaligus memperingati World Rabies Day. Kepala Balai Karantina Sumatera Selatan Sri Endah Ekandari menyebut vaksinasi sebagai salah satu bentuk dukungan instansinya dalam pencegahan dan pengendalian rabies.
"Kami mendukung upaya mewujudkan Palembang dan Sumatera Selatan bebas rabies. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian Hari Karantina Indonesia Ke-149 dan HUT Ke-3 Badan Karantina Indonesia, sekaligus memperingati World Rabies Day," ujar Sri Endah di Palembang, Selasa (29/9).
Menurut dia, penekanan angka rabies tidak bisa dilakukan satu instansi saja. Keterlibatan masyarakat, terutama pemilik hewan peliharaan, menjadi kunci agar anjing dan kucing mendapat vaksinasi secara rutin.
"Harapannya, Karantina Sumatera Selatan bisa terus berkolaborasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies," katanya.
Palembang Disebut Siap Ditetapkan Bebas Rabies
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Ruzuan Efendi menilai kolaborasi lintas sektor penting karena rabies menyangkut kesehatan hewan sekaligus manusia. Pemerintah daerah, kata dia, terus menyosialisasikan penyebaran rabies, bahayanya, dan cara pencegahannya.
"Ini merupakan momentum yang baik untuk ke depannya. Karantina memperingati Hari Karantina yang digabung dengan World Rabies Day. Kita menjaga kesehatan hewan dan juga manusia. Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa," ujar Ruzuan.
Ruzuan menyampaikan Palembang telah memenuhi persyaratan yang diperlukan dan akan ditetapkan sebagai wilayah bebas rabies. Penetapan itu menjadi bagian dari jalan panjang menuju target Sumatera Selatan bebas rabies pada 2030.
Siapa Saja yang Terlibat
Vaksinasi ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, dan sejumlah instansi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas cakupan vaksinasi sekaligus menumbuhkan kesadaran warga membawa hewan peliharaan vaksin secara berkala.
Dengan sisa dua hari layanan dan stok dosis yang masih ada, jumlah hewan tervaksinasi diperkirakan bertambah. Bagi Karantina Sumatera Selatan, vaksinasi, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor menjadi tiga langkah utama mendorong Palembang dan Sumatera Selatan menuju wilayah bebas rabies pada 2030.