SUMATERA SELATAN — Pertamina memperkuat pasokan energi dan dukungan transportasi untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Tujuh SPBU utama disiagakan di Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram guna mengantisipasi lonjakan mobilitas penonton dan wisatawan selama ajang balap dunia tersebut.
PT Pertamina (Persero) menyiapkan tujuh SPBU utama yang tersebar di wilayah Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram. Penambahan pasokan BBM juga dilakukan di sejumlah jalur wisata dan akses menuju kawasan sirkuit.
Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan BBM selama periode penyelenggaraan. Peningkatan mobilitas diperkirakan terjadi seiring kedatangan penonton, wisatawan, komunitas, serta pihak yang terlibat dalam kegiatan MotoGP.
Tujuh SPBU Disiagakan di Tiga Wilayah Kunci
Pertamina memetakan Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram sebagai tiga wilayah dengan trafik tertinggi selama MotoGP berlangsung. Ketiga kawasan itu menjadi pintu masuk utama bagi penonton yang menuju sirkuit, baik melalui jalur udara maupun darat.
Selain SPBU utama, perseroan menambah pasokan BBM di jalur-jalur wisata yang berpotensi dilalui wisatawan. Langkah ini menyasar rute alternatif yang biasanya ramai saat event besar digelar di Lombok.
Dukungan Tak Berhenti di BBM
Dukungan Pertamina mencakup ketersediaan energi, akses transportasi, layanan digital, hingga keterlibatan konsumen dan komunitas. Cakupan ini lebih luas dibanding sekadar pasokan bahan bakar untuk kendaraan penonton dan tim balap.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap penyelenggaraan ajang balap internasional di Lombok.
"Kesiapan ini merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap penyelenggaraan ajang balap internasional di Lombok," ujar Muhammad Baron.
Antisipasi Lonjakan Mobilitas Selama Tiga Hari Balapan
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung 9 hingga 11 Oktober 2026. Tiga hari penyelenggaraan itu diprediksi mengerek kebutuhan BBM di kawasan sekitar sirkuit maupun jalur penghubung antarwilayah.
Pertamina menilai peningkatan mobilitas tidak hanya datang dari penonton. Wisatawan, komunitas otomotif, hingga pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan MotoGP turut menambah volume pergerakan kendaraan di Lombok.
Perseroan memastikan pasokan energi di wilayah tersebut tetap terjaga selama periode tersebut. Kesiapan infrastruktur energi menjadi salah satu faktor penentu kelancaran ajang balap internasional yang menempatkan Lombok sebagai tuan rumah.