Pencarian

Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, PM2.5 Musi Dua Tembus 1.225 dan Sekolah Terapkan Daring

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 08:16:31 WIB
Kualitas Udara Palembang Masih Berbahaya, PM2.5 Musi Dua Tembus 1.225 dan Sekolah Terapkan Daring
Pemantauan IQAir menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Musi Dua, Palembang, mencapai 1.225 pada pukul 04.00 WIB.

PALEMBANG — Pemantauan IQAir memperlihatkan lonjakan tajam konsentrasi partikel halus di beberapa titik Kota Palembang sepanjang dini hari. Pada pukul 04.00 WIB, Musi Dua tercatat di angka 1.225, naik drastis dibanding pukul 03.00 WIB yang masih 426.

Titik lain juga menunjukkan angka tinggi. Sukarami berada di 441, Demang 665, dan GP Plm 904 pada pemantauan pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, pada pukul 03.00 WIB, Sukarami tercatat 10,25, Demang 453, dan GP Plm 575.

IQAir menegaskan data tersebut bersifat sementara dan bisa berubah mengikuti kondisi atmosfer maupun sumber polusi di sekitar Palembang.

Empat Titik Pantauan Masuk Kategori Berbahaya

Pada pukul 03.00 WIB, empat wilayah yang terpantau berada dalam kategori berbahaya adalah Sukarami, Musi Dua, Demang, dan GP Plm. Angka-angka ini menjadi acuan awal memburuknya kualitas udara di Palembang pagi itu.

Sejam kemudian, kondisi justru memburuk. Musi Dua melonjak paling tajam, sementara GP Plm dan Demang juga mencatat kenaikan signifikan.

Warga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui aplikasi IQAir dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Sekolah TK, SD, dan SMP Beralih ke Pembelajaran Daring

Sejumlah sekolah di Palembang mulai menerapkan pembelajaran secara daring pada Sabtu (3/10/2026). Kebijakan ini berlaku untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi paparan udara buruk terhadap peserta didik. Siswa yang belajar dari rumah diminta tetap mengikuti kegiatan sesuai jadwal dan mengerjakan tugas dari guru.

Orang tua diharapkan ikut mengawasi anak agar tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dan tidak keluar tanpa keperluan mendesak selama kualitas udara masih buruk.

Warga: Kabut Asap Malam Lebih Tebal dari Sebelumnya

Memburuknya kualitas udara dirasakan langsung warga Palembang. Bagus, salah seorang warga, menyebut kabut asap yang terasa pada malam hingga dini hari lebih tebal dibandingkan sebelumnya.

Menurut dia, kondisi itu bahkan membuat matanya perih dan udara tidak nyaman ketika dihirup.

"Kabut asap malam ini terasa lebih tebal. Mata saya sampai sakit dan udara terasa sesak ketika dihirup," ujar Bagus.

Kelompok Rentan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kondisi udara yang masih berada pada level berbahaya membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan sensitivitas terhadap polusi udara paling berisiko.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai.

Pemerintah dan instansi terkait diminta terus memperbarui informasi agar warga bisa menyesuaikan aktivitas harian selama kondisi udara belum membaik.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks