Pencarian

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, IQAir Catat Indeks 748 di Bukit Kecil dan Warga Resah Bayi Tiga Bulan Sulit Tidur

Jumat, 09 Oktober 2026 • 10:46:01 WIB
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, IQAir Catat Indeks 748 di Bukit Kecil dan Warga Resah Bayi Tiga Bulan Sulit Tidur
Kabut asap menyelimuti kawasan Bukit Kecil, Palembang, dengan indeks kualitas udara IQAir tercatat 748.

PALEMBANG — Pemantauan IQAir pada pukul 04.00 WIB menunjukkan kualitas udara di sejumlah titik Kota Palembang berada pada level berbahaya. Kawasan Bukit Kecil di sekitar Universitas Sriwijaya (Unsri) mencatat indeks tertinggi, yakni 748.

Selain Bukit Kecil, tiga kawasan lain juga masuk kategori berbahaya. Musi 2 tercatat 691, Demang Lebar Daun 553, dan GP Plm 320. Sementara kawasan Sukarami berada di angka 233 atau kategori sangat tidak sehat.

Asap Terasa Lebih Pekat pada Malam hingga Dini Hari

Tingginya angka tersebut memperkuat keluhan warga bahwa kabut asap paling mengganggu pada malam hingga dini hari. Pada rentang waktu itu, asap dirasakan lebih pekat dibanding siang hari.

Kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. Warga Palembang bernama Ahmad mengaku keluarganya semakin sulit menjalani aktivitas sehari-hari, terutama saat asap menebal pada tengah malam.

"Anak saya masih tiga bulan juga sulit tidur karena memang asap ini kalau tengah malam tambah pekat sekali. Hampir sebulan ini parah sekali kabut asap, terlebih lagi tengah malam," ujar Ahmad.

Warga Pilih Beraktivitas di Dalam Rumah

Sebagai langkah menghindari paparan asap, keluarga Ahmad mengurangi kegiatan di luar rumah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan.

"Ya, kita tidak lagi beraktivitas di luar rumah. Kita lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah," katanya.

Ahmad berharap pemerintah bergerak lebih cepat menangani titik-titik kebakaran lahan yang menjadi sumber kabut asap. Menurutnya, penanganan perlu segera dilakukan agar asap tidak semakin tebal dan kondisi udara tidak terus memburuk.

"Harapannya, pemerintah bisa segera menangani titik-titik kebakaran lahan supaya kabut asap tidak semakin tebal lagi," pungkasnya.

Kelompok Rentan Paling Berisiko

Kualitas udara yang buruk membuat kelompok rentan perlu meningkatkan kewaspadaan. Bayi, anak-anak, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan paling berisiko terdampak.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan juga perlu terus ditingkatkan agar sumber asap dapat dikendalikan dan pencemaran udara di Palembang tidak semakin meluas.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselupdate.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks