Serangan AS ke Iran Selatan Tak Halangi Peluang Kesepakatan, Rubio Sebut Negosiasi di Qatar Terus Berlanjut

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 16:56:01 WIB
Serangan AS di Iran Selatan berlangsung saat negosiasi nuklir di Qatar terus berlanjut.

SUMATERA SELATAN — “Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan lihat apakah kita dapat membuat kemajuan. Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari,” kata Rubio kepada wartawan di Jaipur, India, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (26/5).

Serangan Terbaru AS dan Tujuan Militer di Iran Selatan

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan tersebut sebagai operasi pertahanan diri. Juru Bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins menyebut targetnya adalah lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga tengah memasang ranjau laut.

“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins kepada Fox News. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melindungi pasukan sambil tetap menahan diri selama masa gencatan senjata.

Media Iran melaporkan ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas serta wilayah Sirik dan Jask di pesisir Teluk. Kantor berita semi-resmi Fars mengutip warga yang mendengar beberapa ledakan, meskipun sumber dan lokasi pasti belum dapat dipastikan.

Blokade Selat Hormuz dan Tekanan Diplomatik

Serangan ini terjadi ketika konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan mendorong Iran memblokade Selat Hormuz, jalur vital bagi ekspor energi global. Rubio menegaskan bahwa selat tersebut harus tetap terbuka.

“Mereka akan tetap buka, jadi mereka harus buka. Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, dan tidak dapat diterima,” tandasnya.

Sikap Washington: Kesepakatan Baik atau Tidak Sama Sekali

Rubio menekankan bahwa Presiden AS telah menyatakan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia memberi catatan tegas bahwa Washington hanya akan menyetujui hasil yang menguntungkan pihaknya.

“Presiden telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkannya. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak sama sekali,” ujar Rubio.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa meskipun ada eskalasi militer, jalur diplomasi masih terbuka. Pertemuan di Qatar dinilai sebagai momentum krusial untuk menentukan arah konflik ke depan, terutama terkait nasib blokade Selat Hormuz dan stabilitas harga energi global.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top