SUMATERA SELATAN — Bandara Sultan Hasanuddin tak lagi sekadar tempat naik-turun penumpang. Angkasa Pura bersama Pemkot Makassar menyepakati transformasi bandara ini menjadi ruang promosi budaya dan atraksi Sulawesi Selatan. Ruly Artha menegaskan, pergerakan penumpang tidak bisa hanya didorong dari sektor transportasi saja.
“Kami bertransformasi bagaimana bandara ini bisa sama-sama kita jadikan sebagai new tourism destination dan juga menjadi etalase seluruh kegiatan event-event yang ada di Sulawesi Selatan,” ujar Ruly di Balai Kota Makassar.
Event Daerah Jadi Kunci Tarik Wisatawan
Menurut Ruly, faktor utama yang membuat orang datang ke Sulawesi Selatan adalah event dan atraksi, bukan sekadar konektivitas penerbangan. Pihaknya pun meminta Pemkot Makassar melibatkan bandara dalam setiap agenda besar daerah.
“Nah salah satu hal yang kami sampaikan ke Pak Wali, ikut sertakan kami dalam event-event yang ada. Kami siap mendukung dan mengkolaborasikan kegiatan ataupun atraksi yang ada,” katanya.
Kolaborasi ini diharapkan bisa menghadirkan atraksi seni, pameran produk lokal, hingga pertunjukan budaya di area terminal. Dengan begitu, penumpang yang transit bisa menikmati pengalaman wisata tanpa harus keluar bandara.
Potensi Ekonomi dari Wisatawan Transit
Bandara Sultan Hasanuddin merupakan hub penerbangan utama di kawasan timur Indonesia. Posisi ini menjadi peluang besar untuk menyulap penumpang transit menjadi wisatawan yang menginap lebih lama.
“Bagaimana kita pikirkan mereka transit tidak hanya bicara transit, tapi mereka bisa menikmati Sulawesi Selatan dan memperpanjang length of stay-nya, sehingga memberikan dampak ekonomi yang baik,” ungkap Ruly.
Pemkot Makassar pun menyambut baik inisiatif ini. Wali Kota Munafri Arifuddin menilai bandara bisa menjadi pintu masuk promosi pariwisata yang efektif. Ke depan, berbagai event berskala nasional dan internasional direncanakan akan turut mengaktivasi area bandara sebagai venue pendukung.
Dengan transformasi ini, Bandara Sultan Hasanuddin tak hanya menjadi gerbang kedatangan, tetapi juga destinasi yang menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.