Pemkab OKU Kurban 12 Ekor Sapi Berat Rata-Rata 600 Kg, Daging Disalurkan ke Rumah Warga Miskin di 13 Kecamatan

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 13:26:01 WIB
Pemkab OKU menyalurkan 12 ekor sapi kurban dengan bobot rata-rata 600 kg ke 13 kecamatan.

BATURAJA — Sebanyak 12 ekor sapi kurban milik Pemkab OKU dipotong dan dibagikan secara merata ke 13 kecamatan di wilayah tersebut pada perayaan Idul Adha tahun ini. Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyebut setiap kecamatan mendapat jatah satu ekor sapi dengan bobot rata-rata mencapai 600 kilogram.

Berasal dari BUMN dan BUMD, Diserahkan Simbolis di Muara Jaya

Hewan kurban itu merupakan sumbangan dari sejumlah perusahaan milik negara dan daerah yang beroperasi di Kabupaten OKU. Satu ekor sapi diserahkan secara simbolis kepada pengurus Masjid di Kecamatan Muara Jaya sebagai titik awal penyaluran.

Bupati Teddy menekankan bahwa proses pemotongan hingga pembagian daging harus sesuai syariat Islam dan standar kebersihan pangan. "Momentum Idul Adha bukan hanya sekedar ibadah menyembelih hewan, melainkan wujud ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya di Baturaja, Rabu.

Daging Langsung ke Rumah Warga, Bukan Dibagi di Masjid

Berbeda dengan pembagian kurban pada umumnya yang sering dilakukan di lokasi pemotongan, Pemkab OKU memastikan daging diantarkan langsung ke rumah-rumah warga. Sasaran penerima meliputi kaum dhuafa, yatim piatu, dan keluarga kurang mampu di masing-masing kecamatan.

Bupati berharap penyaluran daging kurban dilakukan secara merata ke sejumlah desa yang telah ditentukan. Pelibatan perangkat desa, pengurus masjid, dan panitia setempat dinilai kunci agar pembagian berjalan tepat sasaran, aman, dan lancar.

Fakta Singkat Penyaluran Kurban Pemkab OKU

  • Total hewan kurban: 12 ekor sapi, masing-masing kecamatan mendapat satu ekor.
  • Bobot rata-rata per ekor: 600 kilogram.
  • Sumber: BUMN dan BUMD yang beroperasi di Kabupaten OKU.
  • Metode distribusi: daging diantar langsung ke rumah warga miskin dan yatim piatu.

Sinergi Pemerintah, BUMN, dan Masyarakat

Kegiatan sosial keagamaan ini disebut Bupati Teddy sebagai tradisi luhur yang harus terus dijaga. Ia berharap semangat berkurban dan berbagi tumbuh di setiap lapisan masyarakat, didukung sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen warga Kabupaten OKU.

"Setiap kecamatan mendapat satu ekor sapi," kata Teddy, menegaskan bahwa pemerataan menjadi prioritas utama dalam program tahunan ini.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top