Samsung Galaxy S24 hingga A-series Boros Baterai Sama Rata saat Layar Selalu Nyala, Ini Datanya

Penulis: Ferdian Syah  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 23:51:32 WIB
Samsung Galaxy S24 dan seri A memiliki konsumsi daya Always-On Display yang seragam di kisaran 10-15% per hari.

Konsumen Indonesia yang mempertimbangkan membeli Samsung Galaxy S24 Ultra dengan layar LTPO canggih mungkin berpikir fitur Always-On Display (AOD)-nya akan jauh lebih hemat baterai dibandingkan Galaxy A54 murah. Kenyataannya, data pengujian independen membantah logika itu. Konsumsi daya AOD ternyata seragam di kisaran 10-15% per hari, baik untuk ponsel Rp 20 jutaan maupun Rp 4 jutaan.

LTPO Flagship vs Layar Biasa: Hasilnya Sama Saja

DXOMark menguji Galaxy S22 Ultra bersama iPhone 14 Pro, Google Pixel 7 Pro, dan Xiaomi 12S Ultra pada 2022. Hasilnya, S22 Ultra bertahan 417 jam tanpa AOD, tapi merosot drastis ke 136 jam dengan AOD aktif. Angka itu setara dengan 10-15% baterai terkuras dalam 14 jam kerja — atau sekitar 1% per jam.

Yang menarik, pengujian TechSpot pada 2016 terhadap Galaxy S7 Edge mencatat angka yang hampir identik: 130 jam dengan AOD menyala. Artinya, lompatan teknologi layar dari AMOLED biasa ke LTPO yang diklaim 22% lebih efisien tidak berdampak signifikan pada konsumsi daya AOD.

Mengapa Galaxy A-series Tak Kalah Boros?

PhoneArena menguji Galaxy A5 pada 2017 dan mencatat konsumsi AOD di bawah 1% per jam. Laporan pengguna Galaxy A54 terbaru juga menyebut angka yang sama. Padahal, layar A-series punya resolusi lebih rendah (sekitar 2,5 juta piksel) dibanding flagship S-series (4,4 juta piksel).

Penjelasannya ada pada arsitektur OLED. Setiap sub-piksel merah, hijau, dan biru dikendalikan transistor individual. Semakin tinggi resolusi, semakin banyak transistor yang perlu dialiri daya. Layar A-series yang lebih rendah resolusinya mengimbangi efisiensi LTPO milik flagship, sehingga konsumsi daya AOD tetap sama.

Sinyal Seluler Lebih Boros dari AOD

Bagi pengguna Indonesia yang sering berada di area dengan sinyal tidak stabil, kabar ini mungkin mengecewakan. Modem ponsel sendiri mengonsumsi daya dua kali lipat lebih besar dibandingkan layar. Dalam kondisi sinyal buruk, konsumsi modem bisa melonjak drastis.

"Proximity to a cell tower has a greater bearing on your smartphone's battery life," tulis laporan tersebut. Artinya, jarak Anda ke menara BTS lebih menentukan daya tahan baterai ketimbang menyalakan atau mematikan AOD.

Baterai 10% Sehari: Worth It atau Tidak?

Jika 10% baterai terasa mahal, Samsung menyediakan opsi untuk menampilkan AOD hanya saat ponsel disentuh atau dijadwalkan aktif di jam tertentu. Fitur ini bisa diakses di menu Pengaturan ? Lock Screen ? Always-On Display.

Bagi pengguna yang tetap ingin AOD menyala penuh, data ini setidaknya memberikan kepastian: Anda tidak perlu membeli flagship mahal demi fitur yang konsumsi dayanya sama dengan ponsel kelas menengah. Keputusan ada di tangan — atau lebih tepatnya, di saku celana Anda.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top